Lebih lanjut Fery Guru menjelaskan bahwa tujuan lain dari kegiatan seminar ini adalah sebagai media sharing antara akademisi perguruan tinggi dengan berbagai pihak yang terlibat dengan masyarakat digital, yang jika dalam prakteknya ditemui adanya hambatan, rintangan, dan tantangan, maka melalui seminar ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan dilapangan terkait dengan masyarakat digital, membentengi keluarga NTT termasuk kaum milenial, dalam mencegah dampak negatif dari masyarakat.
Kegiatan Seminar inipun bermaksud agar dapat menghasilkan buah-buah pemikiran dari aneka persepektif tentang masyarakat digital dalam bentuk seminar dan outputnya menjadi sebuah buku sehingga tidak hilang ditelan waktu dan masa,dimana selalu dikenang.
“Seminar ini dilakukan agar bisa menghasilkan sebuah sudut pandang tentang masyarakat digital khusunya mahasiswa pascasarjana untuk memahami atau memaknai permasalahan tertentu, dan akan dituangkan dalam sebuah buku seperti pepatah latin “ verba Volant scripta manent” yang berarti apa yang diucapkan pasti akan hilang, tetapi apa yang ditulis akan abadi”, Jelas Fery.
Turut terlibat sebagai pembicara pada kegiatan tersebut yakni; Pater Fritz meko SVD, MA ( Mahasiswa Doktoral IAKN Kupang) membawakan materi dengan topik: Pandangan Antropologis-Teologis masyarakat NTT dalam menyikapi tantangan di era Digital Society dan post digital Society, Ibu Dra. Lintje Pellu, M.Si,Ph.D ( Dosen Unkris Arta Wacana Kupang) topic yang dibawahkan tentang; Pandangan Gerakan Kaum Perempuan di NTT dalam menyikapi tantangan di era digital society dan post digital Society dalam perspektif Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), Pdt. Anton Agustinus Ndun, S.Th (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Kelas A) dengan topik: Peran Teologi-Antropologis Kristen menghadapi tantangan di era Digital Society dan Post Digital Society dalam perspektif Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), Marlince Ena, S.Pd.k (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Kelas B) dengan topik: Peran Keluarga Kristen menghadapi tantangan di era Digital Society dan Post Digital Society dalam perspektif Teologis-Antropologis, Victor Imanuel Nani, S.Pd (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Kelas C) dengan topik: Peran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan di era Digital Society dan Post Digital Society dalam perspektif Teologis-Antropologis, dan bertindak sebagai moderator, Arnoldus Jansen Meko (Mahasiswa pascasarajana Kelas A).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










