Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Akses Dibatasi, Transparansi Dipertanyakan: Dinamika Peliputan RAT Koperasi Swastisari NTT di Hotel Harper Kupang

Reporter : Ollchan Editor: Redaksi
IMG 20260426 WA0004

Kupang, Mensanews.com– Ruang pertemuan di Hotel Harper Kupang pada Minggu (26/4/2026) semula menghadirkan suasana yang lazim bagi sebuah agenda resmi.

Kursi tertata rapi, meja registrasi berdiri di garis depan, dan para jurnalis dari berbagai media hadir dengan satu tujuan: menjalankan kerja jurnalistik, merekam fakta, serta menyampaikan informasi kepada publik.

Namun, alur yang semestinya berjalan terang justru perlahan meredup.
Sejumlah awak media menuturkan adanya kejanggalan sejak awal peliputan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Swastisari NTT.

Baca Juga :  Menteri Suharso : Transformasi Ekonomi Digital

Undangan yang disebut terbuka bagi pers, dalam praktiknya dinilai tidak berjalan sesuai prinsip kegiatan yang transparan dan akuntabel. Akses informasi terbatas, alur kegiatan tidak jelas, serta komunikasi dari pihak penyelenggara disebut berubah-ubah.

“Kami datang untuk bekerja, mencatat, merekam, dan melaporkan. Tapi situasinya tidak seperti yang dijanjikan,” ujar seorang jurnalis yang hadir di lokasi.

Nada serupa disampaikan wartawan lainnya. Mereka menggambarkan proses peliputan berlangsung dalam ketidakpastian, seolah diarahkan masuk ke ruang tanpa peta tanpa kejelasan peran maupun batasan akses yang semestinya diberikan kepada media.

Baca Juga :  Dukung Program Gubernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat Louncing Minuman Olahan Kelor "Haydrink"

“Jika memang kegiatan ini terbuka untuk pers, mestinya ada kejelasan akses dan informasi. Bukan justru menempatkan kami dalam posisi yang serba terbatas,” kata jurnalis lain.