Sehingga ia menginisiasi untuk bekerja sama dengan Balai penelitian pertanian dan yayasan Kalakioma untuk mengembangkan benih padi varietas baru Inpari IR Nutri Zinc guna mengatasi masalah stunting di NTT.
Sebagai senator asal NTT,Asyera mengucapkan terimakasih kepada ketua DPD RI,AA Lanyala Mahmud Mataliti yang berkenan hadir melakukan panen perdana padi di desa Tema tana Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ketua Yayasan Yulius Bobo, SE,M.M dalam laporannya menyatakan varietas padi Inpari IR Nutri Zinc memiliki nilai gizi yang mampu menurunkan stunting didaerah ini.
“Untuk pengembangan bibit pada musim tanam pertama ini,diluasan lahan sekitar 4 hektar.Kita lebih fokus pada penangkaran benih guna memenuhi kebutuhan benih petani khususnya varietas padi yang bisa menurunkan angka stunting didaerah ini”Jelas Yulius Bobo.
Dari segi produksi benih yulius mengatakan pihaknya menggandeng petani,dimulai dari luasan lahan 4 hektar.Diharapkan bisa menghasilkan benih 8 ton per hektar sehingga pada musim tanam kedua bisa dikembangkan lagi pada luasan lahan yang lebih luas lagi.
“Kalau kita bisa hasilkan 5 sampai 10 ton,pada fase tanam kedua dibulan juni bisa diperluas lagi hingga ratusan hektar”Terangnya.
Sedangkan Perwakilan Balai Besar Tanaman Padi Jawa Barat Dr. Priatna Sukamandi dalam sambutannya menjelaskan bahwa Stunting menjadi prioritas nasional untuk ditangani karena terkait kualitas SDM generasi penerus bangsa.
Dikatakannya bahwa Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi telah menghasilkan VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn 6% (±25%) lebih tinggi daripada Ciherang dan diharapkan dapat turut berperan untuk mengatasi kekurangan gizi Zn termasuk stunting di Indonesia
Bappenas dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan khususnya Direktorat Serealia,diakuinya telah menetapkan proram penanaman varietas padi biofortifikasi kaya Zn Inpari IR Nutri Zinc seluas 10.000 ha pada tahun 2020, dan dari Bappenas telah mencangkan luasannya meningkat menjadi 100.000 ha pada tahun 2021 dan pada tahu 2022 menjadi 200.000 ha.
Ia berharap Sinergi semua pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan program tersebut.Badan Litbang sebagai penyedia teknologi (benih dan rekomendasi budidaya) dan Direktorat Serealia beserta Dinas Peranian di daerah target sebagai penerus teknologi tersebut kepada petani perlu memiliki kesamaan persepsi dan terkoordinasi dalam timeline yang selaras, agar teknologi tersebut dapat teraplikasikan oleh petani tepat waktu dan tepat sasaran.
Ia mengingatkan pentingnya Peran serta daerah untuk memboomingkan varietas padi biofortifikasi kaya Zn Inpari IR Nutri Zinc, melalui even-even, temu lapang, demplot, produksi benih, dll
Kegiatan panen perdana padi inpari nutrizinc dihadiri oleh senator asal Palembang,Perwakilan Balai Besar Tanaman Padi Jawa Barat Dr. Priatna Sukamandi,Bupati SBD Kornelis Kodi Mete, Wakil Bupati,Forkopimda kabupaten SBD, tokoh Agama,tokoh Masyarakat dan petani desa Tema Tana Wewewa Timur.(OM/KZ)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










