Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wagub Johni Asadoma Tutup PESONAS II 2026 di Kupang: Setiap Atlet Berhak Bersinar sebagai Bintang Dunia

IMG 20261019 WA0023

KUPANG, Mensanews.com – Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 resmi berakhir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/10/2026) malam. Menutup seluruh rangkaian kegiatan di GOR Oepoi, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa setiap atlet memiliki martabat, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta meraih prestasi, terlepas dari medali yang berhasil diperoleh.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa olahraga bukan semata-mata tentang kemenangan dan kekalahan. Lebih dari itu, olahraga merupakan ruang untuk membangun kepercayaan diri, menumbuhkan keberanian, memperkuat persaudaraan, serta memastikan setiap individu memperoleh penghargaan yang layak atas perjuangannya.

Di hadapan para atlet, pelatih, pendamping, ofisial, dan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia, Johni mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak seharusnya hanya dinilai berdasarkan jumlah medali yang dibawa pulang. Keberanian untuk tampil, semangat pantang menyerah, dan kemauan memberikan yang terbaik merupakan bagian penting dari sebuah pencapaian.

Baca Juga :  Buka Dengan Resmi Kegiatan ETMC XXXI, Gubernur VBL: Ini Momentum Berharga Untuk Mempererat Persaudaraan

“Medali adalah penghargaan atas prestasi, tetapi nilai diri seorang atlet jauh lebih besar daripada medali apa pun. Mereka berharga karena memiliki martabat, kemampuan, harapan, dan masa depan,” tegas Johni dalam sambutannya.

Menurut Johni, PESONAS II 2026 memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga tingkat nasional. Ajang ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pentingnya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu untuk mengembangkan potensi.

Melalui kompetisi ini, para atlet menunjukkan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup kesempatan seseorang dalam berpartisipasi, berkarya, dan meraih prestasi.

Johni mengajak seluruh atlet agar tetap bangga terhadap perjuangan yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti pertandingan. Baik atlet yang berhasil meraih medali maupun mereka yang belum mencapai podium, semuanya telah memperlihatkan keberanian dengan tampil dan menghadapi tantangan di tingkat nasional.

Baca Juga :  Turnamen Sepak Bola Mini Rakitan Cup I 2019

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memberikan apresiasi kepada atlet ketika mereka meraih kemenangan. Setiap usaha, proses pembelajaran, keberanian untuk mencoba, dan perkembangan kemampuan perlu mendapatkan dukungan yang setara.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Special Olympics yang berbunyi, “Let me win. But if I cannot win, let me be brave in the attempt.”
Ungkapan tersebut mengandung makna bahwa kemenangan memang patut diperjuangkan, tetapi keberanian untuk mencoba tetap memiliki nilai yang besar ketika hasil yang diharapkan belum tercapai.

“Setiap keberanian untuk mencoba adalah kemenangan, setiap perjuangan layak dihargai, dan setiap atlet berhak bersinar sebagai bintang dunia,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa olahraga inklusif harus dibangun melalui penghargaan terhadap kemampuan dan potensi setiap atlet, bukan semata-mata melalui perbandingan hasil akhir.

Apresiasi untuk Atlet, Pelatih, Orang Tua, dan Seluruh Pendukung
Dalam kesempatan tersebut, Johni menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pendamping, ofisial, pengurus Special Olympics Indonesia (SOIna), serta orang tua yang selama ini memberikan dukungan bagi perkembangan para atlet.

Baca Juga :  Rencana Bangun Sasana Tinju, Bupati Malaka, KONI NTT dan Pertina Gelar Pertemuan Khusus

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan kesabaran, ketekunan, pendampingan, dan kasih sayang. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membantu atlet membangun kepercayaan diri serta mengembangkan kemampuan mereka.

Johni juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, pemerintah kabupaten/kota, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, relawan, perangkat daerah, pihak swasta, BUMN, sponsor, insan pers, serta masyarakat NTT yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PESONAS II 2026.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah. Johni juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan.