Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wagub Johni Asadoma Tutup PESONAS II 2026 di Kupang: Setiap Atlet Berhak Bersinar sebagai Bintang Dunia

IMG 20261019 WA0023

Kehadiran para atlet dan kontingen dari berbagai daerah, menurutnya, telah menghadirkan pelajaran berharga tentang ketekunan, keberanian, persahabatan, dan penghormatan terhadap sesama.

Menjelang penutupan, Johni mengajak seluruh kontingen membawa pulang kenangan baik tentang Nusa Tenggara Timur, termasuk keramahan masyarakat, keindahan alam Flobamorata, dan persaudaraan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap pengalaman selama berada di Kupang tidak hanya dikenang sebagai bagian dari perjalanan mengikuti kompetisi nasional, tetapi juga sebagai pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antardaerah.

“Semoga NTT tidak hanya dikenang sebagai tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga sebagai rumah tempat saudara-saudara sekalian diterima dengan hangat,” tutupnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ajang olahraga nasional juga berkaitan dengan kemampuan tuan rumah membangun suasana yang ramah, terbuka, dan menghargai seluruh peserta tanpa membedakan latar belakang maupun hasil pertandingan.

Baca Juga :  Kepengurusan KONI Kabupaten Malaka Dikukuhkan, Ketua Umum KONI: Kami Siap Jalankan Roda Organisasi Sesuai AD dan ART.

PESONAS II 2026 di Kota Kupang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap olahraga inklusif di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Berdasarkan rekapitulasi medali SOIna Pusat yang disampaikan dalam informasi penyelenggaraan PESONAS II 2026, kompetisi ini diikuti kontingen dari 22 provinsi. Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil menempati posisi juara umum III dengan perolehan 21 medali emas, 20 medali perak, dan 22 medali perunggu.

Baca Juga :  Hari Pertama Pembukaan Pendaftaran Turnamen Stevano Cup, Tercatat Puluhan Club Sepak Bola Sudah Mendaftar

Capaian tersebut menjadi bagian penting dari kiprah kontingen tuan rumah dalam ajang olahraga nasional yang mengedepankan partisipasi, keberanian, dan prestasi atlet.

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat menempati posisi juara umum I dengan raihan 59 medali emas, 38 medali perak, dan 38 medali perunggu. Posisi juara umum II ditempati DKI Jakarta dengan 50 medali emas, 52 medali perak, dan 54 medali perunggu.

Berikut rekapitulasi lima besar perolehan medali PESONAS II Tahun 2026 berdasarkan data yang disampaikan:

Jawa Barat: 59 emas, 38 perak, 38 perunggu.
DKI Jakarta: 50 emas, 52 perak, 54 perunggu.
Nusa Tenggara Timur: 21 emas, 20 perak, 22 perunggu.
Kalimantan Selatan: 18 emas, 30 perak, 35 perunggu.
Sumatera Barat: 11 emas, 22 perak, 7 perunggu.

Baca Juga :  Jadi Caretaker KONI, Bupati Simon: “Saya Suka Olahraga”

Dengan capaian tersebut, NTT tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menorehkan prestasi melalui kontingen atletnya sendiri.

Namun, pesan utama penutupan PESONAS II 2026 tetap melampaui klasemen medali. Ajang ini menjadi pengingat bahwa setiap atlet berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang, dihargai atas perjuangannya, dan mendapatkan dukungan untuk menatap masa depan.
Bagi Johni Asadoma, keberanian untuk mencoba merupakan bagian dari kemenangan itu sendiri. Sebab, di balik setiap pertandingan, terdapat perjuangan, harapan, dan potensi yang layak mendapatkan tempat di tengah masyarakat.