Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

220 Relawan Pendidikan Universitas Muhamadiyah Maumere Turun Gunung Bantu Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki

FOTO WILIAM
Relawan pendidikan Unimof melaksanakan Kegiatan belajar mengajar sekaligus trauma Healing bersama peserta didik yang terdampak Erupsi Gunung Lewotobi laki-laki pada sore hari di Posko MDMC

Pada kesempatan yang berbeda Yohanes Paulus Mae (seperti dilansir dari salah satu media online) menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kepedulian Universitas Muhammadiyah Maumere terhadap para korban erupsi, terutama anak-anak sekolah yang rentan kehilangan akses pendidikan.

“Relawan Unimof berkomitmen untuk memberikan dukungan edukatif kepada anak-anak di posko pengungsian agar tetap dapat mengakses pendidikan meski berada dalam kondisi pengungsian,” tutur Loleck Mae sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Bumi Boruk Tanah Bojang Kebo Kilibatu ini dilakukan dengan sistematika yang terorganisir. Pembelajaran yang diterapkan pada pukul 09:00-11:00 Wita dengan melibatkan relawan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK/Paud hingga SMA. Setiap jenjang didampingi oleh Guru Penggerak dan Relawan Pendidikan Unimof. Kegiatan dilaksanakan di halaman dan Posko Kemendikbud yang telah disiapkan.

Baca Juga :  Bupati Simon: Diskusi Hanya Menghasilkan Banyak Alasan, Kerja Nyata Menghasilkan Karya Nyata

Dalam aksi peduli kemanusiaan itu, berbagai kegiatan edukatif seperti belajar mengajar, mereview materi sekolah, mendongeng, menggambar, serta menyanyi diarahkan kepada anak-anak usia sekolah Paud, TKK, dan Sekolah Dasar.

“Kegiatan ini juga mencakup pemulihan psikis anak-anak melalui games,” ujarnya.

Ia menambahkan di 14 titik, relawan tersebar di posko pengungsian, terdiri dari SD, SMP, dan SMA, Relawan Pendidikan Unimof berencana mengintensifkan bantuan pendampingan pendidikan dengan menurunkan personil lebih banyak pada gelombang kedua.

Lebih lanjut dikatakan, kolaborasi dengan Guru Penggerak di setiap titik diharapkan dapat mematangkan metode pembelajaran dan memastikan fokus pada kondisi peserta didik, serta membangkitkan semangat belajar mereka terhadap materi yang tertinggal akibat bencana tersebut.

Baca Juga :  Diskusi Publik 4 Tahun Victory-Joss untuk Percepatan Pembangunan 1 Tahun Tersisa

Lock Mae berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif dan membantu mengurangi dampak buruk erupsi Gunung Lewotobi terhadap pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.