Malaka, Mensanews.com-
Dalam situasi darurat yang menyangkut nyawa, keberpihakan dan kecepatan respons aparat keamanan bukan hanya menjadi simbol kedisiplinan, tetapi juga bukti nyata dari keberadaan negara di tengah masyarakat. Hal inilah yang diperlihatkan oleh Polres Malaka Polda NTT, yang kembali menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada pengamanan dan penegakan hukum saja, tetapi juga mencakup misi-misi kemanusiaan.
Pada Kamis pagi, 17 Juli 2025, seorang pasien bernama Vinelda Bere Manek (54), warga Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun dalam kondisi kritis. Diagnosa medis menyebutkan bahwa Vinelda mengalami penurunan hemoglobin (HB) secara drastis, sehingga membutuhkan delapan kantong darah golongan A dalam waktu singkat. Keterbatasan stok darah di wilayah perbatasan seperti Malaka membuat situasi menjadi lebih genting.
Respons Cepat Polres Malaka: Solidaritas Tanpa Syarat
Dalam kondisi panik dan mendesak, suami pasien, Edi Sumantri menghubungi Wakapolres Malaka, KOMPOL Fakhruddin, S.Sos., M.Hum, untuk meminta bantuan. Tidak menunggu waktu lama, Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., melalui Wakapolres, langsung memerintahkan tiga anggota Polres untuk secara sukarela mendonorkan darah mereka.
“Kami berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kami juga ingin memberikan dampak positif di bidang kesehatan, khususnya dalam membantu mereka yang membutuhkan darah untuk perawatan medis,” ungkap KOMPOL Fakhruddin kepada awak media.
![]()
Ketiga personel tersebut bergerak cepat ke RSUPP Betun, melakukan donor darah, dan membantu menstabilkan kondisi pasien. Tindakan mereka bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi simbol pengabdian Polri yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Kolaborasi TNI-Polri: Ketika Nyawa Jadi Prioritas Utama
Meski telah mendapatkan darah dari anggota Polres, jumlah kantong yang dibutuhkan masih belum mencukupi. Tidak tinggal diam, Wakapolres Malaka kemudian menghubungi Komandan Kompi Senapan A Yonif 744/SYB, Lettu Inf Iksan, untuk membantu memenuhi kekurangan tersebut.
Respons dari pihak TNI pun luar biasa. Salah satu anggota Kompi A 744 yang memiliki golongan darah A langsung dikerahkan ke RSUPP Betun untuk melakukan transfusi. Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa sinergi TNI-Polri bukan hanya terlihat dalam operasi pengamanan, tetapi juga sangat kuat ketika menyangkut misi kemanusiaan.
Bukti Nyata: Polri Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan ini menegaskan bahwa “Bukti Polri untuk Masyarakat” bukan hanya slogan. Kepedulian yang ditunjukkan oleh Polres Malaka dan dukungan dari Yonif 744 menjadi contoh bagaimana institusi negara dapat menjadi mitra hidup masyarakat dalam kondisi yang paling kritis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










