Dari Bank Daerah ke Motor Ekonomi: Kisah Transformasi Bank NTT di Tangan Charlie Paulus
ADV, Di Nusa Tenggara Timur, khususnya bergerak perlahan, namun denyut ekonominya terus berputar. Di balik geliat itu, ada satu institusi yang diam-diam menata perubahan: Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, bank daerah ini tidak sekadar bertahan, tetapi bertransformasi menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Charlie Paulus, Bank NTT menapaki jalur perubahan yang tidak sederhana. Dari lembaga keuangan daerah yang konvensional, kini Bank NTT bergerak menuju institusi modern dengan orientasi bisnis yang lebih adaptif, profesional, dan inklusif.
Transformasi itu bukan sekadar jargon. Ia tampak nyata dalam strategi yang menyentuh langsung masyarakat.
Menyentuh Akar Ekonomi Rakyat
Di banyak wilayah NTT yang tersebar dalam bentang geografis kepulauan, akses terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan. Bank NTT mencoba menjawab itu dengan memperkuat sektor mikro.
Produk seperti Kredit Mikro Merdeka dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan sekaligus berkembang. Dari pedagang kecil di pasar tradisional hingga pelaku usaha rumahan, akses pembiayaan menjadi lebih terbuka.
“Bank daerah harus hadir di tengah rakyat,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam transformasi ini.
Tidak berhenti pada kredit, Bank NTT juga mendorong budaya menabung melalui produk seperti Tabungan PESIAR, yang tidak hanya berorientasi finansial, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat, seperti ibadah dan perjalanan.
Digitalisasi di Tengah Keterbatasan
Di era digital, tantangan bagi bank daerah semakin kompleks. Namun, Bank NTT tidak memilih untuk tertinggal. Melalui layanan digital seperti B’Pung Mobile, bank ini mulai memperluas jangkauan layanan ke masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi.
Aplikasi ini memungkinkan nasabah melakukan transfer, pembayaran, hingga pembelian secara mudah melalui telepon genggam. Di daerah yang akses fisiknya terbatas, digitalisasi menjadi jembatan baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










