Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Dari Bank Daerah ke Motor Ekonomi: Kisah Transformasi Bank NTT di Tangan Charlie Paulus

Reporter : Ollca Editor: Redaksi
dari-bank-daerah-ke-motor-ekonomi-kisah-transformasi-bank-ntt-di-tangan-charlie-paulus
Dari Bank Daerah ke Motor Ekonomi: Kisah Transformasi Bank NTT di Tangan Charlie Paulus

Dari Bank Daerah ke Motor Ekonomi: Kisah Transformasi Bank NTT di Tangan Charlie Paulus

ADV, Di Nusa Tenggara Timur, khususnya bergerak perlahan, namun denyut ekonominya terus berputar. Di balik geliat itu, ada satu institusi yang diam-diam menata perubahan: Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank daerah ini tidak sekadar bertahan, tetapi bertransformasi menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Charlie Paulus, Bank NTT menapaki jalur perubahan yang tidak sederhana. Dari lembaga keuangan daerah yang konvensional, kini Bank NTT bergerak menuju institusi modern dengan orientasi bisnis yang lebih adaptif, profesional, dan inklusif.

Baca Juga :  Customer Gathering 2026, Charlie Paulus Ajak Pengusaha Percaya Bank NTT

Transformasi itu bukan sekadar jargon. Ia tampak nyata dalam strategi yang menyentuh langsung masyarakat.

Menyentuh Akar Ekonomi Rakyat
Di banyak wilayah NTT yang tersebar dalam bentang geografis kepulauan, akses terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan. Bank NTT mencoba menjawab itu dengan memperkuat sektor mikro.

Produk seperti Kredit Mikro Merdeka dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan sekaligus berkembang. Dari pedagang kecil di pasar tradisional hingga pelaku usaha rumahan, akses pembiayaan menjadi lebih terbuka.
“Bank daerah harus hadir di tengah rakyat,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam transformasi ini.

Baca Juga :  Penjabat Gubernur NTT Menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024

Tidak berhenti pada kredit, Bank NTT juga mendorong budaya menabung melalui produk seperti Tabungan PESIAR, yang tidak hanya berorientasi finansial, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat, seperti ibadah dan perjalanan.

Digitalisasi di Tengah Keterbatasan
Di era digital, tantangan bagi bank daerah semakin kompleks. Namun, Bank NTT tidak memilih untuk tertinggal. Melalui layanan digital seperti B’Pung Mobile, bank ini mulai memperluas jangkauan layanan ke masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi.

Aplikasi ini memungkinkan nasabah melakukan transfer, pembayaran, hingga pembelian secara mudah melalui telepon genggam. Di daerah yang akses fisiknya terbatas, digitalisasi menjadi jembatan baru.