“Kalau sudah dikaji pusat, provinsi, tentu kabupaten/kota memfasilitasi. Pusat, provinsi itu sudah mengkaji berbagai aspek,” ujarnya.
Dalam skala lebih luas, peningkatan kegiatan usaha juga menjadi jalan meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung dan tidak langsung. Selain menjadi pekerja di tempat badan usaha, warga bisa mendapat manfaat dengan menyediakan aneka kebutuhan bagi badan usaha dan pekerjanya.
“Dulu waktu jadi pengacara dan sekarang jadi bupati, persoalan itu tetap saja ada tekannya. Puji Tuhan, investor di sini memenuhi itu. Bahkan, tidak hanya peraturan pusat hingga daerah, aturan adat juga diikuti. Saya cermati, ini investornya mau ikut aturan dan mendengar,” kata Bupati Simon.
Disebutkannya, Ia menemukan manfaat itu pada industri garam yang mulai dikembangkan di Malaka. Ia optimistis, industri itu akan berkembang dan membawa manfaat bagi Malaka. Apalagi, berbagai data ilmiah menunjukkan kualitas garam Malaka termasuk yang terbaik untuk dijadikan garam industri.
Karena diarahkan menjadi garam industri, maka proses pembuatan garam di Malaka butuh waktu lebih lama. Beberapa waktu, dilakukan uji coba produksi untuk mengetahui perkembangan kualitas garam. Kini, pembuatan meja garam masih terus berlanjut sampai beberapa waktu ke depan.
Bukan hanya kualitas yang menggembirakan dari industri garam Malaka. Menurut Simon, investor tidak hanya mengikuti jadwal teknis. Investor juga mengikuti kearifan lokal seperti pengumpulan garam sebaiknya disertai kegiatan adat dan sebagainya.(*/oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










