“ketika Indonesia masih mengimpor garam dari luar, NTT harus terus berusaha memberikan sumbangan minimal setengah dari kebutuhan garam nasional”, tandas VBL.
Karena kebutuhan garam nasional setiap tahun mencapai 4,4 juta ton per tahun yang hingga saat ini belum terpenuhi.
Pemerintah sedang berupaya untuk mengurangi impor garam dengan mengoptimalkan potensi garam dalam negeri. dengan mendorong kegiatan usaha garam yang dilakukan pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan produksi merupakan sesuatu yang positif.
Hasil garam di provinsi NTT berbasis kepulauan ini sangat potensial untuk garam industri.
Hal ini terbukti saat viktor bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berkujung ke Nusa Tenggara Timur, tahun 2020 lalu, meninjauh secara langsung kegiatan usaha tambak garam yang dikelola PT.Timor Levestock Lestari di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang.
Agus memiliki harapan yang besar agar produksi garam di Nusa Tenggara Timur ditingkatkan sehingga kebutuhan garam nasional mencapai 4,4 juta ton per tahun dapat terpenuhi.
PT.Timor Levestock Lestari mengelola usaha tambak garam di atas eks lahan milik PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) sejak tahun 2019 lalu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










