Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Presiden Jokowi Satukan Nusantara, Gubernur NTT Bawa Tanah-Air NTT Ke Kaltim

IMG 20220313 WA0080

Dari perbatasan dengan Negara Timor Leste, masyarakat Kabupaten Belu di dusun Halisikun, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat menggali tanah dari leluhur sebanyak 77 kali dengan sebatang kayu suci Ai Suak. Angka 77 ini merupakan simbol dukungan terhadap pendirian ibu Kota Negara Baru Nusantara yang dibangun bertepatan dengan usia Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-77.

Dari ujung timur pulau Flores, sebongkah tanah diserahkan oleh masyarakat Lewotana
Kabupaten Flores Timur. Tanah ini diambil dari kaki Gunung Ile Mandiri yang diyakini masyarakat setempat sebagai asal muasal manusia pertama yang menghuni kota Larantuka, ibu Kota Flores Timur. Serta segumpal tanah dari Kampung Anajika, Desa Anajika Kecamatan Umbu Ratu Nggai
Barat, satu kampung tua dengan nilai historis budaya dan adat yang sangat kental,
dipersembahkan secara tulus oleh masyarakat Kabupaten Sumba Tengah untuk menjadi fondasi pembangunan ibu kota baru Nusantara.

Selanjutnya air diambil dari pulau-pulau terluar di NTT. Masyarakat Adat Pitungbang Kabupaten Alor mempersembahkan tetesan air dari Sumber Mata Air pegunungan Sey Palol. Masyarakat setempat mempercayainya sebagai air sakral yang merupakan karunia dari Tuhan
Yang Maha Esa.

Baca Juga :  Corry Manuain: Bupati Simon Cocok Jadi Motivator, Jujur Saya Kagum

Dari beranda Selatan, masyarakat Kabupaten Rote Ndao menyerahkan air dari sumber mata air Oemau yang merupakan sumber mata air terbesar di Rote Ndao. Kabupaten Sabu Raijua, daerah lainnya di batas Selatan NKRI juga mempersembahkan air dari sumber mata
air Eimada Rai Jiwuwa sebagai simbol persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Dan dari Kabupaten Lembata, mempersembahkan air kesejukan dan
kedamaian untuk Indonesia dari Urumiten, satu-satunya sumber air untuk pertanian lahan basah di Kota Lewoleba, Ibu Kota Lembata.

Baca Juga :  Plt Kadis Dikbud Malaka Cepat Tangani Polemik Honor Guru SDK Kamanasa

Semoga persembahan tanah dan air yang disatukan dengan ritual Ritual adat Timor Helong berkaitan dgn penyatuan Tanah dan Air disebut “BOIFANU” dari Provinsi Nusa Tenggara Timur memperteguh kebhinekaan dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Ibu Kota Negara-Nusantara.

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan