Dirinya mengutip perkataan orang tua di Bima bahwa siapa yang berdosa terhadap sesama manusia terutama kepada kedua orangtua dia akan mendapatkan musibah berbagai macam di dunia, tetapi kalau dosa kepada Allah masih ditundah di hari akhirat nanti kita tidak tau apa kita melakukan solat setiap hari, setiap waktu,apakah kita diterima oleh Allah SWT atau tidak tergantung dari niat kita itu yang pertama orang yang tidak terima perbuatan baik kalau dia berdosa kepada kedua orangtuanya.
“Jadi hati-hati untuk ibu-ibu durhaka kepada suami, harus taat kepada suami urusan baik atau tidak nanti kita melihat kehadapan Allah SWT, jadi ada dua golongan ini yang akan menempati neraka jahanam yang tidak bisa di ampuni oleh Allah SWT nanti kita akan di tanya baik dari suami maupun istri tidak bisa kita bohongi Allah SWT”, Tuturnya.
Ustadz Agusman berpesan untuk mengongsong bulan suci ramadhoan ini juga kita memperbanyak membaca Al-Qur’an karna alkuran ini sebagai pedoman didalam hidup kita sebagai iman bagi kita iman kita itu Al-Qur’an sebagai pedoman, sebagai petunjuk. ” Jalikalkita Bularaibafi Hihudallilmutakin tidak ada keraguan dari kitab Al-Qur’an petunjuk bagi orang-orang bertaqwah oleh karena itu sedikit renungan bagi kita keluarga Arisan Tanpa naMa (ATM) karna waktu yang sedikit, kurang dan lebihnya saya pribadi mohon maaf kalau ada kelebihan atau ada ke baikan maka kebaikan itu datang dari Allah SWT kalau memang ada kekeliruan kelupahan itu datang dari saya sendiri sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.
Sementara itu, sesepuh Keluarga Arisan Tanpa naMa (ATM) Bapak Muhammad Ridwan menyampaikan ada pepatah lama mengatakan bahwa raja Ali ini raja yang di sembah raja Dalim raja di sangah karna “sebetulnya berat tugas kita sebagai seorang laki-laki setiap saya mendengar ada hotbah nikah sering hatipnya mengatakan kalau andaikata Allah itu mengijinkan manusia menyembah manusia maka kata nabi akanku printahkan istriku menyembah suaminya tapi tidak demikian oleh sebab itu apa yang terkandung dalam hal ini adalah kepemimpinan suami yang adil agar tidak terjadi hal-hal pembanggaan terhadap istri tadi, jadi oleh sebab itu sebetulnya istri tidak di terimah amalnya apabilah durhaka sama suaminya bahkan tidak diampuni, apa bila dia durhaka kepada suaminya, tetapi suami yang tidak adil memimpin maka suaminya yang masuk duluan di neraka oleh sebab itu dibalik suaminya berhasil ada istri yang kuat oleh karna itu harus ada kerjasama yang baik.”tutup Muhammad.
Sumber: ( Humas KKBD)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










