Bupati Simon menegaskan harus hati-hati dengan konsep The Right Man On The Right Place ini, karena hambatannya adalah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang ada, dan ketika tidak ada lagi SDM yang seperti kita harapkan, maka kita harus bisa menempatkan orang itu karena terbatasnya SDM.
“Ketika kita berbicara soal mengelolah sumber daya alam secara profesiaonal, berbicara soal kelautan pasti kita akan mengundang teman-teman yang tamatan fakultas perikanan dan kelautan. kalau dipertanian seperti beras nona malaka kita akan mengundang teman-teman dari fakultas pertanian”, Katanya.
Kalau di akademik itu dikenal dg midmetos metode kolaborasi itu mengapa demikian karena kita harus menyatukan antara teori dan praktek itu dipadukan sehingga kita mulai sesuatu itu harus utuh.
“Katakanlah kalau bicara beras , berarti harus bicara juga dengan pupuk, lahan, kelompok tani, by name by adres, harus kolaborasi dengan kampus di fakultas pertanian,” tuturnya. (Oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










