Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

GBIS Harus Bisa Wujudkan Damai Sejahtera Bagi Dunia

FOTO VBL 012

“Menjadi tim sekerja Allah dengan membantu orang-orang yang hina. Strateginya adalah kolaborasi. Gereja tidak bisa bekerja sendiri, pemerintah juga tidak bisa kerja sendiri. Yesus telah mengajarkan untuk kita kerja bersama-sama sebagai tim sekerja Allah. Gereja mempunyai tugas utama membangun dan menolong orang yang tidak (bisa) mandiri karena lapar, haus, sakit dan terpenjara karena pendidikan, infrastruktur, dan keterbelakangan. Inilah yang merupakan sejumlah misi dari Yesus Kristus yang harusnya bisa dikonkritkan oleh setiap kita yang adalah pengikut Kristus”, ungkap Gubernur VBL.

Menurut Gubernur VBL, visi Allah mesti diwujudkan dalam program kerja yakni pertanian, peternakan, perikanan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pariwisata. Karenanya Gereja harus berperan aktif bersama-sama dengan pemerintah untuk mewujudkan program Yesus agar tidak ada lagi orang yang lapar dan terpenjara.

“Jadi semua yang kita kerjakan, semua aspek pembangunan yang sementara kita kerjakan di bumi ini, sebenarnya merupakan program kerja dari Tuhan Yesus, yang harus kita pahami dengan benar dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan Damai Sejahtera di dunia. Dan dimana saja damai sejahtera harus bisa dirasakan oleh setiap orang, karena bisa saja orang sejahtera tapi tidak merasakan damai itu sendiri”, ungkap Gubernur VBL.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Pada, Gubernur Mendapat Sambutan Hangat Dari Pedagang

Pada bagian lain, Ketua Panitia Musda XX GBIS NTT, Yanto Ekon mengatakan bahwa Musyawarah Daerah Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) yang terselenggara merupakan salah satu bentuk sidang Majelis Daerah yang wajib dilaksanakan setiap menjelang Sidang Majelis Besar atau Musyawarah Kerja Nasional, sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 13 Tata Rumah Tangga Gereja Bethel Injil Sepenuh.

“Dalam Musyawarah Daerah XX GBIS NTT Tahun 2022 ini akan dibahas 5 (lima) hal penting, yakni : Evaluasi pelaksanaan program kerja Majelis Daerah masa bakhti 2017-2021, Pengusulan calon Pejabat (Pdm/Pdt) dan penggabungan untuk memperoleh pengesahan di Sidang Majelis Besar yang akan berlangsung sekitar September 2022 nanti, Pencalonan dan Pemilihan Ketua Majelis Daerah Periode 2022-2026 dan Penyelesaian persoalan yang timbul dalam GBIS NTT”, ungkap Ekon yang adalah Pengacara sekaligus Akademisi Fakultas Hukum UKAW Kupang ini.

Baca Juga :  Kejati NTT Kembalikan Aset Tanah Kepada Pemkab Mabar, Gubernur VBL Beri Apresiasi

Ketua Majelis Daerah GBIS NTT, Pdt Mesakh B. Manafe mengatakan bahwa populasi jemaat GBIS NTT semakin banyak dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar.

“Kekuatan ini menjadi modal ini untuk bisa bekerja sama dengan semua komponen masyarakat, termasuk dengan Pemerintah Provinsi NTT, untuk memajukan NTT, mewujudkan damai sejahtera bagi dunia”, ungkap Pdt. Manafe yang telah menjabat sebagai Ketua Majelis Daerah GBIS NTT dua periode sejak tahun 2013 seraya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Musda XX GBIS NTT Tahun 2022.

Baca Juga :  Gubernur VBL Target NTT Mampu Produksi Garam 1,5 juta Metrik Ton

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Bupati Kupang : Korinus Masneno, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT : Lecky Frederich Koli, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT : drg. Iien Adriany, Ketua Badan Penghubung GBIS Bidang Bidang Pengajaran : Pdt. Joko Sembodo, Ketua Badan Penghubung GBIS Bidang Penginjilan : Pdt. David Ambera.

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT