“Rasa harus menjadi ciri khas. Nama produk harus sesuai dengan cita rasa yang ditawarkan. Jika disebut kolak sorgum, maka konsumen harus benar-benar bisa merasakan keunikan sorgum dalam sajian itu,” tambahnya.
Selain keunikan rasa, ketersediaan produk secara konsisten juga menjadi sorotan. Sony mengingatkan pentingnya kontinuitas dalam produksi agar permintaan pasar tidak terputus akibat stok habis. “Ketika produk UMKM mulai diminati, para pelaku usaha harus mampu mempertahankan produksinya. Jangan sampai permintaan tinggi, tetapi produknya tidak tersedia.”
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan mitra pembangunan dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, mulai dari pemasaran berbasis media sosial, platform e-commerce, hingga strategi branding produk.
Selama dua hari ke depan, peserta pelatihan akan mendapatkan materi praktis dan pendampingan langsung untuk mengembangkan keterampilan digital yang mendukung peningkatan omzet dan jangkauan pasar produk UMKM.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








