Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gebrakan Kesehatan dan Finansial: 500 Peserta Padati Seminar AFC di Hotel Aston Kupang

Reporter : Ollchan Editor: Redaksi
IMG 20260302 WA0017

KUPANG, Mensanews.com – Gebrakan kesehatan dan finansial kembali menggema di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 500 peserta memadati Ballroom Hotel Aston Kupang pada Sabtu, 28 Februari 2026, dalam seminar akbar yang digelar oleh AFC (Asayama Family Club) Indonesia.

Sejak pukul 15.00 wita suasana ruangan terasa penuh energi. Peserta datang dari berbagai wilayah Kota Kupang, daratan Timor, Flores, Sumba, hingga Alor bahkan sebagian dari luar NTT. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan kemandirian finansial terus meningkat.

Apresiasi Tinggi untuk Masyarakat Kupang

Baca Juga :  Cerita Pelaku UMKM di NTT, Mulai Merintis Usaha Hingga Jadi Direktur TK. Watukosek

Kehadiran Genera Manager AFC Indonesia, Nicolas Rampisela, menjadi magnet tersendiri dalam acara ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan partisipasi masyarakat Kupang yang luar biasa.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kota Kupang yang penuh semangat. Kehadiran lebih dari 500 peserta hari ini membuktikan bahwa semangat untuk hidup sehat dan mandiri secara ekonomi tumbuh kuat di wilayah timur Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang memadati ballroom.IMG 20260302 WA0019

Menurut Nicolas, Kupang memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan jaringan AFC di Indonesia Timur, mengingat respons dan daya juang masyarakat yang tinggi.

Baca Juga :  Bantuan Sosial: Stimulasi Peningkatan Ekonomi Rakyat & Pemicu Etos Kerja Masyarakat

Misi Ganda: Sehat Fisik, Kuat Finansial

Seminar ini bukan sekadar forum promosi produk, tetapi dirancang sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan. AFC membawa visi ganda: mendorong peningkatan kualitas kesehatan sekaligus membuka peluang transformasi ekonomi keluarga.

Dalam paparannya, Nicolas menegaskan bahwa AFC menghadirkan produk kesehatan berbasis riset dan teknologi Jepang, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang inklusif.