Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Melki Umumkan Susunan Baru Direksi Bank NTT, Charlie Paulus Resmi Jadi Direktur Utama

Reporter : Mariani Editor: Redaksi
melki-umumkan-susunan-baru-direksi-bank-ntt-charlie-paulus-resmi-jadi-direktur-utama

Restrukturisasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan bagian integral dari reformasi kelembagaan Bank NTT. Proses ini diarahkan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan, memperbaiki struktur permodalan, serta meningkatkan rasio profitabilitas dan efisiensi operasional (BOPO) agar sejalan dengan standar industri perbankan nasional.

Melki Laka Lena menegaskan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak bisa dilepaskan dari komitmen etis dan profesionalisme seluruh jajaran direksi. Dalam konteks akademik, langkah ini dapat dipahami sebagai penerapan model institutional strengthening, di mana reformasi kelembagaan dilakukan untuk menyesuaikan struktur dan budaya organisasi dengan tuntutan lingkungan ekonomi yang dinamis.

Bank NTT, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), memiliki mandat ganda, menjalankan fungsi komersial sekaligus developmental. Oleh karena itu, arah kebijakan manajemen baru akan difokuskan pada intermediasi keuangan inklusif, perluasan akses perbankan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta dukungan terhadap kebijakan fiskal pemerintah daerah.

Baca Juga :  Bank NTT Betun Serahkan Bantuan Sebesar 50 Juta, Bupati Simon: Terimakasih Bank NTT Berkenan Berikan Bantuan

Dalam sistem hukum perbankan Indonesia, setiap perubahan direksi bank wajib memperoleh persetujuan OJK sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK serta POJK No. 27/POJK.03/2016 mengenai fit and proper test. Persetujuan terhadap Charlie Paulus sebagai Direktur Utama Bank NTT menegaskan bahwa proses seleksi telah memenuhi prinsip prudential regulation dan transparansi kelembagaan.

Prosedur ini mencerminkan bentuk checks and balances antara pemegang saham (selaku principal) dan OJK (selaku regulator), guna menjamin bahwa manajemen bank dijalankan sesuai standar hukum, prinsip kehati-hatian (prudential principles), serta etika bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Dari Bank Daerah ke Motor Ekonomi: Kisah Transformasi Bank NTT di Tangan Charlie Paulus

“Bank NTT memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, kami pastikan bahwa setiap keputusan strategis telah sesuai mekanisme hukum dan prinsip perbankan modern,” jelas Gubernur Melki.

Dengan formasi direksi yang baru, Gubernur Melki berharap Bank NTT dapat memperkuat posisinya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pendekatan strategic business alignment, Bank NTT diarahkan untuk mengoptimalkan pembiayaan sektor produktif, mendukung pembangunan infrastruktur, serta memperluas akses keuangan bagi UMKM di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Bank NTT diharapkan mampu meningkatkan digital banking capability, memperluas layanan berbasis teknologi, dan memperkuat keandalan sistem IT sebagai bagian dari agenda transformasi digital sektor perbankan daerah.

Baca Juga :  Johanis Ottemoesoe : Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Kita Harus Menambah Sumber Air

Keputusan RUPS Luar Biasa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Bank NTT. Penetapan Charlie Paulus sebagai Direktur Utama yang telah disetujui OJK menandai konsolidasi kelembagaan menuju arah profesionalisme dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Melalui kepemimpinan baru, pengawasan regulator yang kuat, dan keterlibatan aktif pemegang saham, Bank NTT diharapkan menjadi model perbankan daerah yang modern, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

“Kami percaya, dengan kepemimpinan baru dan struktur manajemen yang solid, Bank NTT akan menjadi bank daerah yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan, integritas, dan kemajuan NTT,” tutup Gubernur Melki Laka Lena.