Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT: Penyerapan Anggaran Harus Ada Di Atas 50 Persen Pada Akhir Kuartal II

gub4444444444444444444444

“Strategi konkret yang dilakukan,  silahkan para Bupati/Walikota gunakan kejaksaan dari sisi kualitas. Kalau ada keraguan ambil keputusan dalam putuskan proyek mulai dari lelang sampai eksekusi,  manfaatkan kejaksaan. Ini sudah triwulan II,  mohon proaktif dari para Kajari dan Bupati/Walikota karena APBD adalah titipan dari negara untuk rakyat. Apabila masih ragu juga,  konsultasikan dengan kejaksaan tinggi. Begitu juga dengan percepatan investasi,”kata Rudi.

Rudi meminta agar mulai saat ini,  para Kajari bersinergi dengan para Bupati/Walikota. Kalau perlu buat jadwal dengan para Bupati/Walikota untuk lihat bersama APBD, bagian mana yang masih belum dilelang dan masalahnya apa.

“Pastikan bahwa uang rakyat akan sampai kepada masyarakat untuk kesejahteraan mereka,”pungkas Rudi.

Baca Juga :  Wakil Gubernur : "Produk Lokal NTT Harus Terus Dipromosikan"

Sekretaris Daerah NTT,  Benediktus Polo Maing mengatakan total belanja APBD Kabupaten/Kota seluruh NTT Tahun 2021 mencapai Rp. 23,286 Triliun dengan realisasi sampai dengan Maret adalah Rp. 1,462 Triliun (6,28 persen). Untuk belanja modal serta belanja barang dan jasa tahun 2021 mencapai Rp. 9,849 triliun dan realisasi sampai Maret baru mencapai Rp. 224,41 miliar.

“Ini tentu butuh perhatian bersama untuk langkah-langkah percepatan, ” jelas Sekda Polo Maing.

Seperti diketahui Presiden Jokowi dalam arahannya pada tanggal 29 April lalu menegaskan sampai Maret masih ada 182 Triliun dana APBD yang terparkir di Bank dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Buka Kegiatan LOP Soe, Bupati Eduar: AFC Bukan Sekadar Bisnis Finansial tapi Investasi Kesehatan dan Air Bersih

Minta Percepatan Upaya Vaksinasi

Dalam upaya penanganan covid-19, Gubernur Viktor mengharapkan agar upaya vaksinasi dapat dilakukan secara maksimal.  Dikatakan Gubernur VBL,  Vaksin memang bukan untuk bebas dari covid, tapi terutama untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Supaya tubuh kita paham dan terbiasa dengan virus ini karena vaksin berarti memasukan virus yang sudah dimatikan atau dinonaktifkan untuk meningkatkan imun dan antibodi tubuh supaya tubuh kita kenal dan mampu melakukan perlawanan kalau virus ini datang. Karena virus ini tidak mungkin hilang dan akan ada terus bersama-sama dengan kita. Kalau tidak vaksin,  maka kemungkinan akan berdampak parah kalau terserang virus ini. Karena itu saya minta para Bupati/Walikota bersama Forkopimda untuk mendorong vaksinasi secara optimal sehingga tubuh seluruh masyarakat familiar dengan virus ini, “jelas Gubernur.

Baca Juga :  Gubernur VBL Dukung Penuh Pengembangan Sorgum di NTT

Untuk diketahui, target total vaksinasi di NTT adalah 3.643.275 orang.  Target untuk gelombang pertama dari Januari sampai April untuk para tenaga kesehatan,  petugas publik dan lansia mencapai 877.852 orang. Namun realisasi sampai 3 Mei 2021 untuk dosis pertama mencapai 160.585 dan dosis kedua mencapai 86.739 orang. (Aven/BiroAP)