Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Setelah Kelapa, Kementan Pacu Ekspor Kulit Bakau Moro

IMG 20190819 WA0142

Kulit kayu yang tumbuh di kawasan pesisir itu dapat menghasilkan tanin untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyamak.

Selain itu kulit kayu pohon bakau dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi.

Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.

_Setelah Kelapa, Potensi Ekspor Lain Dipacu_

Sebelumnya, kelapa dan turunannya berupa air kelapa, bungkil dan juga dalam bentuk utuh jadi andalan komoditi ekspor dari pulau ini.

Sepanjang tahun 2019 tercatat ekspor produk tumbuhan sebanyak 1,100 ton senilai Rp. 43,8 miliar tujuan Malaysia. Selain kelapa, komoditas lain adalah alpukat, kencur dan damar.

Baca Juga :  Infrastruktur Pelayanan Publik Harus Menjadi Prioritas Pembangunan

Hal ini disampaikan Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun, Priyadi.

Sementara untuk komoditas dari bidang karantina hewan, hingga Agustus 2019, sarang burung walet berhasil diekspor ke Singapura dan Taiwan sebanyak 399 kg dengan nilai ekspor mencapai Rp 39 miliar. Selain itu madu tujuan Malaysia juga turut menyumbangkan devisa negara.

_Pemanfaatan Peta Aplikasi Komoditas Pertanian Ekspor_

Potensi komoditas pertanian yang besar dan akses dekat dengan negara tetangga, pulau Moro miliki peluang meraup devisa.

Dengan menjalin kerjasama bersama Pemda, khususnya dalam pemanfaatan peta aplikasi komoditas ekspor pertanian, IMACE yang digagas Barantan, dapat mendorong pembangunan pertanian berbasiskan kawasan.

Baca Juga :  Presiden Ingatkan Perangkat Negara untuk Bangun Kerja Sama yang Solid dalam Penanganan Karhutla

Harapannya bisa mengikuti pulau Kundur, banyak komoditas ekspornya, ungkap Priyadi.

Asisten Daerah III, Hurnaini yang hadir dan melepas ekspor menyampaikan agar masyarakat agribisnis di pulau Moro baik petani maupun pelaku usaha dapat membuka cakrawala dan menangkap peluang yang ada.

Bertepatan dengan momen Kemerdekaan, Asda III juga mengajak masyarakat di pulau Moro khususnya untuk bersama-sama mendorong kinerja ekspor komoditas pertanian, wujudkan Indonesia maju, pungkasnya.

Narasumber :
1. Ali Jamil, Ph. D – Kepala Badan Karantina Pertanian
2. Drs. Hurnaini, M.Si – Asda III Kabupaten Karimun
3. drh. Priyadi – Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II TB Karimun

Baca Juga :  Presiden Tegaskan Pengusaha Harus Mampu Hadirkan Sentra Ekonomi Baru

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻✍🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩