Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMSI Cup 2026 Digadang Jadi Pesta Voli Terbesar untuk Talenta NTT, Bidik Bibit Menuju PON 2028

Reporter : Ollchan
IMG 20260831 WA0018

KUPANG, Mensanews.com– Bola voli Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menyiapkan panggung baru. Bukan sekadar arena untuk memperebutkan trofi dan hadiah, Turnamen Bola Voli SMSI Cup 2026 digadang menjadi ruang pembuktian bagi talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah sekaligus pintu masuk pencarian bibit atlet menuju PON 2028.

Gagasan besar tersebut mengemuka dalam audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT bersama Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI NTT), Winston Neil Rondo, Senin 31 Agustus 2026.

Audiensi itu menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara organisasi media dan induk organisasi olahraga untuk mematangkan rencana penyelenggaraan SMSI Cup 2026 yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Turnamen ini awalnya dirancang sebagai kompetisi bola voli khusus pelajar tingkat SMA. Namun, dalam proses pembahasan, konsep tersebut berkembang menjadi Open Turnamen SMSI Cup 2026, sehingga peluang partisipasi dapat diperluas kepada atlet dan klub dari berbagai wilayah NTT sesuai regulasi yang nantinya disepakati bersama.

Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, mengatakan audiensi dengan PBVSI merupakan bagian penting dari upaya memastikan pelaksanaan turnamen berjalan sesuai tata kelola pembinaan olahraga.IMG 20260831 WA0024

Menurut Beni, SMSI NTT tidak ingin menghadirkan sebuah kompetisi olahraga secara parsial. Turnamen tersebut harus dirancang melalui koordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga yang memiliki kewenangan dan pengalaman teknis.

Baca Juga :  Buka Dengan Resmi Kegiatan Kejurda Tinju, Bupati Simon: Kalau Hanya Diskusi Hasilnya Argumentasi

“Kehadiran kami hari ini untuk berdiskusi dengan Ketua PBVSI NTT. Kami ingin mendapatkan arahan terkait persyaratan, mekanisme, aspek teknis, serta pihak-pihak yang perlu dikoordinasikan agar Turnamen Bola Voli SMSI Cup 2026 dapat terlaksana dengan baik,” kata Beni.

Ia menegaskan, keterlibatan SMSI dalam olahraga merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan olahraga dan memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda.

“Bagaimanapun, kegiatan olahraga harus mendapat dukungan dan berada dalam koordinasi induk organisasi cabang olahraga. Karena itu, dalam kegiatan ini kami datang untuk membangun sinergi dengan PBVSI NTT,” ujarnya.

Bukan Sekadar Perebutan Trofi

SMSI Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai turnamen yang hanya menghasilkan juara dan membagikan hadiah.

Lebih jauh, kompetisi ini diarahkan menjadi salah satu ruang untuk menemukan, mengidentifikasi dan mempromosikan talenta bola voli NTT yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil di panggung yang lebih luas.

Momentum Oktober juga dinilai strategis karena berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Semangat persatuan, sportivitas dan kebangkitan generasi muda ingin diterjemahkan melalui kompetisi olahraga yang melibatkan masyarakat.

Bagi SMSI NTT, olahraga dan media memiliki irisan yang kuat. Kompetisi melahirkan cerita, sementara media memiliki kemampuan untuk membawa cerita tersebut kepada publik.

Baca Juga :  NTT Dan NTB Jadi Tuan Rumah POPNAS 2023, Ketua Umum KONI NTT Temui Ketua KONI Pusat

Karena itu, SMSI Cup 2026 diharapkan menjadi titik temu antara kompetisi olahraga, pembinaan atlet, promosi talenta, partisipasi masyarakat dan kekuatan media.

Winston: Voli Tidak Hanya Butuh Lapangan, tetapi Juga Panggung

Ketua PBVSI NTT, Winston Neil Rondo, menyambut positif rencana SMSI NTT tersebut.

Menurut Winston, keterlibatan organisasi media dalam penyelenggaraan turnamen merupakan sesuatu yang istimewa. Sebab, media selama ini tidak hanya berperan sebagai peliput pertandingan, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam membangun popularitas olahraga dan memperkenalkan atlet kepada masyarakat.

“Voli membutuhkan lapangan, tetapi juga membutuhkan panggung. Kami menyambut baik rencana SMSI NTT. Wartawan bukan hanya datang untuk meliput pertandingan, tetapi ikut membesarkan ekosistem bola voli. Ini sesuatu yang istimewa,” ujar Winston.

Ia mengungkapkan, NTT sesungguhnya memiliki banyak pemain berbakat yang lahir dari berbagai pelosok daerah. Namun, sebagian talenta tersebut belum dikenal luas karena keterbatasan kesempatan tampil dan publikasi.

“Banyak atlet hebat lahir di kampung-kampung, tetapi tidak dikenal karena tidak memiliki panggung publikasi. Media bisa menjadi panggung itu,” katanya.

Winston menilai perkembangan media digital dan media sosial telah mengubah cara sebuah pertandingan maupun atlet dikenal masyarakat.

Baca Juga :  Permasi Kupang menyelenggarakan Turnamen Futsal  Jelang Pesta Perak

Sebuah turnamen yang dikemas dengan baik dan mendapat dukungan publikasi media dapat memberikan dampak lebih besar, bukan hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi atlet, klub dan daerah asalnya.

SMSI Cup Dibidik Jadi Etalase Talenta Menuju PON 2028

Lebih penting lagi, PBVSI NTT ingin agar setiap turnamen yang digelar di daerah memiliki orientasi pembinaan.
NTT saat ini mulai menatap persiapan menuju PON 2028. Karena itu, kompetisi lokal harus mampu menjadi bagian dari mata rantai pencarian atlet potensial.

“Kita sedang menuju PON 2028. Karena itu, setiap turnamen harus menjadi bagian dari jalan besar. Kita tidak berhenti pada juara dan hadiah, tetapi melihat siapa pemain muda yang menonjol, dari klub mana, bermain di posisi apa, dan bagaimana potensinya,” tegas Winston.

Dengan konsep tersebut, SMSI Cup 2026 diharapkan dapat menjadi semacam etalase talenta bola voli NTT.
Setiap pertandingan bukan hanya menentukan siapa yang menang dan kalah, tetapi juga menjadi ruang bagi pelatih dan pembina untuk melihat potensi pemain secara lebih dekat.

Pemain muda yang tampil menonjol dapat menjadi bagian dari radar pembinaan lebih lanjut, termasuk untuk diproyeksikan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Open Turnamen NTT Jadi Pilihan