Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Hadiri Rapat Koordinasi Nasional dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto

Editor: Redaksi
PRABOWO 010101

“Presiden menyampaikan telah menerima banyak sekali laporan bahwa potensi negara kita yang luar biasa ini banyak hilang karena pemerintahan yang tidak efisien dan tidak efektif. Banyak hal yang harusnya bisa dihemat,” jelas Bima Arya.

Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah melakukan penghematan anggaran dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara. “Beliau menekankan betul bahwa seluruh anggaran negara harus langsung dirasakan, ditujukan untuk kepentingan rakyat,” tambah Bima.

Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti perlunya menghemat perjalanan dinas, kunjungan luar negeri, serta acara seremonial yang tidak efisien. “Kita semua dibiayai oleh uang rakyat, jangan sampai uang rakyat itu tidak tepat sasaran,” tegas Presiden Prabowo, sembari memberikan contoh soal anggaran untuk memberantas stunting yang seharusnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan warga yang membutuhkan, bukan acara seremonial.WAKIL PRESIDEN GIBRAN

Baca Juga :  DePA-RI Bangun Kerjasama Dengan Beijing Lawyers Association

Pentingnya Efisiensi dalam Pembangunan Daerah

Sebagai bagian dari delegasi NTT, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, menyampaikan bahwa Rakornas ini sangat relevan dalam mengarahkan kebijakan pemerintah daerah untuk lebih efisien dalam penggunaan anggaran dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Kami di NTT juga sangat mendukung arahan Presiden, karena kami ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sangat membutuhkan perhatian,” ujar Dr. Andriko.

Baca Juga :  Prabowo Ajak Kepala Daerah Mengabdi dengan Dedikasi: Persiapkan Diri dalam Retreat Kepemimpinan

Rapat ini juga menjadi momen penting bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam upaya membangun infrastruktur dan sumber daya manusia, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Rakornas Ditutup oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Pada sore harinya, Rakornas ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, arahan dari berbagai menteri dan kepala lembaga juga memberikan panduan strategis bagi seluruh pemerintah daerah untuk menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Polemik Los Pasar Pada di Lembata: Bupati Kanis Tuak Minta jika ada kekeliruan diperbaiki Bersama dan DPRD Mendampingi

Dengan adanya Rakornas ini, pemerintah berharap dapat menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat, termasuk di wilayah-wilayah seperti NTT yang membutuhkan pembangunan yang merata.