Kupang, Mensanews.com– Penunjukan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 tahun 2028 bukanlah keputusan yang jatuh dari langit. Sesuai regulasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), penentuan tuan rumah PON dilakukan melalui proses panjang dan ketat, termasuk mekanisme bidding yang harus dimulai paling lambat tujuh tahun sebelum tahun pelaksanaan.
NTT melalui KONI daerahnya resmi mengikuti proses bidding tersebut sejak 2021. Di balik keberhasilan ini, ada peran sentral dari Josef Nae Soi, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT sekaligus Ketua Umum KONI Provinsi NTT.
Dengan latar belakang sebagai mantan anggota DPR RI selama beberapa periode dan politisi senior Partai Golkar, Mantan Wakil Gubernur NTT, Dr. Drs.Josef Nae Soi, MM.,PHD memanfaatkan jaringannya untuk melakukan lobi-lobi politik tingkat tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukannya adalah melakukan pendekatan langsung ke para gubernur di seluruh Indonesia, agar mendukung pencalonan NTT sebagai tuan rumah PON.
“Proses ini tidak mudah. Tapi dengan pengalaman di Senayan dan komunikasi politik yang sudah terbangun lama, saya manfaatkan semua jalur yang memungkinkan untuk menyuarakan kesiapan NTT,” ujar Nae Soi dalam wawancara eksklusif bersama Mensanees.com, Selasa (3/6).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










