Josef mengungkap bahwa dukungan politik sangat krusial dalam tahap akhir pemilihan tuan rumah PON. Menurutnya, seluruh gubernur memberikan dukungan langsung secara lisan maupun tertulis kepada NTT kala itu, suatu pencapaian yang menunjukkan kekuatan diplomasi dan kepercayaan terhadap potensi NTT.
Proses bidding sendiri melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pemaparan visi misi calon tuan rumah, evaluasi kesiapan infrastruktur dan logistik, hingga presentasi langsung di hadapan KONI Pusat dan pengurus besar cabang olahraga. Dalam proses itu, NTT bersaing ketat dengan beberapa provinsi besar lainnya, namun berhasil unggul berkat kombinasi strategi teknis dan politik yang cermat.
Pengumuman resmi NTT sebagai tuan rumah PON 2028 oleh KONI Pusat disambut antusias masyarakat. Bagi NTT, ini bukan hanya kesempatan emas untuk menjadi pusat perhatian nasional, tetapi juga momentum untuk membangun infrastruktur olahraga, mempercepat pembangunan daerah, dan menunjukkan kapasitas kepemimpinan daerah di level nasional.
PON ke-22 ini menjadi simbol kemenangan diplomasi daerah dan buah perjuangan panjang yang berakar dari kecintaan terhadap tanah kelahiran serta tekad untuk menjadikan NTT sebagai pemain utama dalam peta olahraga nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










