Winston juga memberikan masukan agar format pertandingan mempertimbangkan agenda kompetisi bola voli tingkat SMA/SMK yang telah direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Karena itu, konsep Open Turnamen NTT dinilai dapat menjadi pilihan yang menarik.
Format tersebut memungkinkan ruang partisipasi yang lebih luas bagi atlet dan klub dari berbagai daerah, sekaligus membuka kesempatan bagi pemain-pemain yang selama ini jarang tampil di kompetisi berskala besar.
“Kalau konsepnya Open NTT, semangatnya adalah memberikan ruang yang lebih luas bagi pemain-pemain daerah untuk tampil dan berkompetisi,” katanya.
Konsep open turnamen juga berpotensi membuat SMSI Cup memiliki daya tarik lebih besar karena mempertemukan pemain dari berbagai latar belakang dan daerah dalam satu kompetisi.
PBVSI NTT Siapkan Dukungan Teknis
Dukungan PBVSI NTT terhadap rencana tersebut tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi.
Winston memastikan PBVSI NTT siap membantu SMSI dalam berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari sistem pertandingan, pengaturan jadwal, hingga pelibatan tenaga berpengalaman.
PBVSI NTT juga membuka peluang dukungan terhadap sejumlah perlengkapan pertandingan seperti bola, net, lampu, papan skor dan kebutuhan teknis lainnya sesuai kemampuan serta ketersediaan.
“Untuk keperluan teknis, pengaturan jadwal dan sistem pertandingan, nanti teman-teman PBVSI akan memberikan dukungan. Kami punya orang-orang yang berpengalaman untuk membantu,” ujarnya.
Bahkan, sebagai bentuk dukungan pribadi terhadap rencana tersebut, Winston menyatakan kesediaannya menyumbangkan piala SMSI Cup 2026.
Lokasi Representatif Jadi Perhatian
Persiapan turnamen juga menyentuh persoalan lokasi.
SMSI NTT dan PBVSI NTT memandang venue menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kualitas sebuah turnamen. Arena pertandingan harus representatif, memiliki fasilitas memadai, mampu menampung penonton dan tetap dapat dijangkau dari sisi biaya.
Sejumlah alternatif lapangan indoor maupun outdoor turut menjadi bahan pembahasan.
Pemilihan lokasi juga harus memperhitungkan padatnya agenda penggunaan fasilitas olahraga pada Oktober.
“Yang penting kita punya waktu untuk menyiapkan semuanya dengan baik. Cari lapangan yang representatif, kemudian atur sistem pertandingan dan seluruh kebutuhan teknisnya,” kata Winston.
SMSI Didorong Jadi “Rumah Media” Bola Voli NTT
Kolaborasi SMSI dan PBVSI NTT bahkan diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan final SMSI Cup 2026 selesai.
Winston melihat jaringan media yang dimiliki SMSI dapat menjadi kekuatan penting untuk membangun ekosistem publikasi bola voli secara berkelanjutan.
PBVSI memiliki atlet, klub, pelatih dan berbagai cerita pembinaan dari 22 kabupaten/kota di NTT. Di sisi lain, SMSI memiliki jaringan media yang dapat membawa cerita tersebut ke ruang publik.
“Saya kira SMSI bisa menjadi rumah media bagi bola voli NTT. PBVSI punya pertandingan, klub, atlet, pelatih dan cerita dari 22 kabupaten/kota. SMSI punya jaringan media dan kemampuan untuk mengubah cerita-cerita itu menjadi perhatian publik,” ujar Winston.
“Kalau dua kekuatan ini bertemu, voli akan semakin besar,” tambahnya.
Menurut Winston, NTT sebenarnya tidak kekurangan talenta maupun penonton. Persoalan yang masih dihadapi adalah bagaimana menciptakan ruang yang mampu mempertemukan keduanya.
“Voli NTT tidak kekurangan bakat dan tidak kekurangan penonton. Yang sering kita kekurangan adalah panggung. Dan kawan-kawan SMSI memiliki panggung itu,” ujarnya.
Menunggu Panggung Besar Oktober
Rencana SMSI Cup 2026 kini memasuki tahap pematangan. Setelah audiensi dengan PBVSI NTT, SMSI akan menindaklanjuti melalui penguatan kepanitiaan, penyusunan format pertandingan, koordinasi teknis, penentuan venue dan persiapan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Oktober 2026 bukan hanya menjadi bulan pertandingan bola voli.
Lebih dari itu, SMSI Cup diharapkan menjadi pesta voli NTT, tempat pemain muda dari berbagai daerah menunjukkan kemampuan, klub menemukan talenta baru, masyarakat menikmati kompetisi dan media memberikan panggung kepada mereka yang selama ini bermain jauh dari sorotan.
“Mari kita jadikan Oktober nanti bukan sekadar open turnamen. Mari kita jadikan sebagai pesta voli sekaligus panggung talenta NTT menuju PON 2028. PBVSI NTT siap berjalan bersama dan mendukung penuh Open Turnamen SMSI Cup,” tegas Winston.
Di titik inilah SMSI Cup 2026 menemukan makna yang lebih besar: bukan semata tentang siapa yang mengangkat trofi di pertandingan terakhir, tetapi siapa yang berhasil ditemukan, siapa yang mendapatkan panggung, dan siapa yang kelak membawa nama NTT ke pentas olahraga nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










