Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kemiskinan Menerobos Duka: PDI Perjuangan Ngada Menyapa Kemanusiaan di Naruwolo

Editor: Redaksi
IMG 20260206 WA0050

Komitmen pribadi ini menjadi penegasan bahwa solidaritas tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut dalam pendampingan nyata.
“Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa. Anak-anak ini tidak boleh kehilangan harapan hanya karena kemiskinan dan duka,” tegas Muga.

Di sela-sela aksi kemanusiaan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada juga menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari para kepala sekolah di Desa Naruwolo. Salah satu persoalan krusial yang mencuat adalah kerusakan parah Gedung SDN Rutojawa akibat bencana longsor, yang hingga kini mengancam kelangsungan proses belajar mengajar.

Menanggapi hal itu, DPC PDI Perjuangan berkomitmen memperjuangkan perbaikan fasilitas pendidikan tersebut melalui jalur kelembagaan dan politik anggaran. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin hak dasar anak-anak desa atas pendidikan yang layak dan aman.

Baca Juga :  KONI NTT Siap Berkontribusi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tidak berhenti di situ, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan di sektor pendidikan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngada juga memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada dua calon mahasiswa asal Desa Naruwolo yang dinyatakan lolos Program Indonesia Pintar (PIP). Keduanya akan melanjutkan studi di Kampus Citra Bakti Malanusa, masing-masing pada Program Studi PGSD dan Musik.
Program ini diharapkan melahirkan tenaga pendidik dan pelaku seni yang mampu berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia daerah.

“Kami hadir untuk berjuang bersama rakyat, bukan sekadar berbicara. Setiap program harus berdampak langsung,” tandas Muga.

Baca Juga :  Pangdam IX/Udayana Ajak Prajurit Brigif 21/Komodo Ciptakan Situasi Kondusif Di Wilayah NTT

Ke depan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada berencana menjadikan tragedi ini sebagai titik tolak penguatan aksi kemanusiaan yang lebih sistematis. Pendataan anak-anak kurang mampu akan dilakukan hingga tingkat anak ranting guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Intervensi sosial yang direncanakan meliputi penyediaan perlengkapan pendidikan, bantuan biaya sekolah, serta dukungan penunjang lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mencegah anak-anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi.

Menutup keterangannya, Wilfridus Muga menegaskan bahwa kesulitan rakyat adalah panggilan perjuangan.
“PDI Perjuangan akan terus berjalan bersama rakyat, tanpa membeda-bedakan. Dalam suka dan duka, kami tetap bersama rakyat,” pungkasnya.