“Dari satu pihak, semua orang merasa takut dan cemas. Ada juga kekuatiran yang mendalam dan keresahan yang mencekam. Akan tetapi di balik semuanya itu ada situasi pembalikkan yang membahagiakan, yang mendamaikan melalui tangan-tangan kasih. Bahwa tidak semua pengalaman itu harus menyakitkan,” ujar Dosen Filsafat Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang ini.
Di akhir homilinya, mantan Socius TOR Loo Damian Atambua ini mengetengahkan, agar dalam setiap situasi hidup umat memyerahkan diri kepada Tuhan Yesus. “Tuhan kita Yesus Kristus akan senantiasa memampukan hidup kita untuk melihat nilai-nilai yang baik. Kita diminta untuk menyerahkan diri secara total kepada Tuhan, sehingga semakin banyak orang yang mengalami kebaikan Tuhan dan kita pun hidup sesuai kehendak-Nya,” tutup Uskup. (*/oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









