KUPANG, Mensanews.com – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai strategi menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Rotary Club Rastamores Kupang yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 10 unit jamban sehat bagi masyarakat, di Ruang Rapat Garuda, Balai Kota Kupang, Senin (7/7/2026).
Kesepakatan yang ditandatangani Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Presiden Rotary Club Rastamores Kupang, Abednego Frans, menjadi tonggak awal kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program-program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Anggota Kehormatan Rotary Club Rastamores Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., pimpinan perangkat daerah, jajaran Rotary Club Rastamores Kupang, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pembangunan daerah pada era sekarang tidak lagi dapat mengandalkan kekuatan pemerintah semata. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan lembaga sosial menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan pelayanan publik.
Ia mengapresiasi peran Wakil Wali Kota Serena Francis yang menginisiasi komunikasi hingga terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, Rotary Club merupakan organisasi nirlaba internasional yang selama ini dikenal konsisten menjalankan aksi-aksi kemanusiaan melalui jejaring para profesional, pengusaha, dan relawan.
“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi wujud nyata semangat gotong royong. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi semangat kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat yang paling penting,” ujar Christian.
Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan paradigma pembangunan yang kini menempatkan kemitraan sebagai salah satu pilar utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara luas.
Menurut Christian, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur fisik yang dibangun, melainkan dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Karena itu, akses terhadap sanitasi yang layak menjadi kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan.
“Jamban yang layak bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi bagi kesehatan keluarga, lingkungan yang lebih bersih, dan masa depan anak-anak kita,” katanya.
Ia menjelaskan, sanitasi yang baik berkontribusi langsung terhadap pencegahan berbagai penyakit berbasis lingkungan, menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










