Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Listrik Hadir, Harapan Tumbuh: Sinergi Kementerian dan PLN Percepat Pembangunan Infrastruktur Desa Oelbiteno

IMG 20260727 WA0013

Kabupaten Kupang,Mensanews.com– Hadirnya listrik di pelosok desa bukan sekadar menerangi rumah-rumah warga. Di Desa Oelbiteno, Dusun Oelhue, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, aliran listrik menjadi simbol dimulainya babak baru pembangunan yang lebih inklusif. Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, masyarakat kini mulai merasakan perubahan nyata yang membuka peluang bagi pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga transformasi digital.

Komitmen menghadirkan pembangunan yang merata itu diperkuat melalui kunjungan lapangan bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Pemerintah Kabupaten Kupang ke Dusun Oelhue pada Kamis (23/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dampak Program Listrik Desa (LISDES) yang resmi beroperasi sejak 12 Juni 2026, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan pembangunan infrastruktur yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tiga Bulan Listrik Masuk Desa Pathau: Warga Rasakan 'Kemerdekaan' Terang dan Geliat Ekonomi

Dusun Oelhue yang berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten Kupang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah yang menghadapi keterbatasan akses energi. Kini, seluruh masyarakat telah menikmati listrik, sebuah capaian yang diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi desa.IMG 20260727 WA0014

Kegiatan evaluasi dipusatkan di Gereja GMIT Efrata Oelhue dan dihadiri Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa Kementerian PPN/Bappenas Yusuf Suryanto, Ketua Tim Akselerasi Infrastruktur Mobile Broadband Kementerian Komunikasi dan Digital, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian ESDM, perwakilan Dinas ESDM Provinsi NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Bapperida Provinsi NTT, Bapperida Kabupaten Kupang, jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, serta tokoh masyarakat setempat.

Listrik Menjadi Awal Pembangunan Terpadu

Dalam evaluasi tersebut, pemerintah tidak hanya melihat manfaat listrik yang telah dirasakan masyarakat selama lebih dari satu bulan terakhir. Tim juga mengidentifikasi berbagai kebutuhan lanjutan agar pembangunan dapat berjalan secara terpadu, mulai dari penguatan jaringan telekomunikasi, penyediaan air bersih, hingga bantuan pemasangan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu.

Baca Juga :  Momentum Emas Reformasi Birokrasi: ASN Sikka Didorong Jadi Mesin Perubahan

Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menjelaskan bahwa keberhasilan menghadirkan listrik di Dusun Oelhue merupakan hasil kerja sama erat antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik desa tidak berlangsung mudah. Berbagai tantangan teknis di lapangan berhasil diatasi berkat dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat yang terlibat aktif sejak tahap awal pembangunan.

“Proses pembangunan jaringan LISDES ini penuh tantangan, namun berkat dukungan semua pihak dan semangat warga Desa Oelbiteno, segala hambatan dapat teratasi. Masyarakat terlibat aktif sejak awal, mulai dari pembersihan Right of Way (ROW) hingga mendampingi pengerjaan di lapangan,” ujar Albertus Koko Hendriyanto.

Baca Juga :  Malaka Raih Penghargaan Komoditi Variatif Pada Expo Apkasi 2022

Partisipasi masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud ketika pemerintah, BUMN, dan warga berjalan bersama.

Aspirasi Warga: Listrik Sudah Ada, Infrastruktur Lain Harus Menyusul

Dialog bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut. Kepala Desa Oelbiteno Heskial Naben, Camat Fatuleu Tengah Gratia Rawis, serta perwakilan GMIT Efrata Oelhue Selviana Wah menyampaikan berbagai kebutuhan yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Sedikitnya terdapat tiga usulan utama yang menjadi prioritas, yakni bantuan sambungan listrik gratis bagi 26 keluarga kurang mampu, peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi yang masih terbatas, serta penyediaan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Camat Fatuleu Tengah, Gratia Rawis, menilai kehadiran listrik telah membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Namun, menurutnya, manfaat tersebut akan semakin optimal apabila didukung infrastruktur dasar lainnya.