Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Johni Asadoma dan Rudy Darmoko Terima Bintang LVRI, Pengabdian untuk Bangsa Kembali Diteguhkan

IMG 20260918 WA0023

KUPANG, Mensanews.com – Sebuah penghargaan tidak selalu berbicara tentang masa lalu. Di hadapan para veteran dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nusa Tenggara Timur, Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang diterima Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma justru menjadi penanda baru untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Johni Asadoma menerima Penganugerahan Bintang LVRI di Mapolda NTT, Jumat (18/9/2026) pagi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Johni bersama Kapolda NTT Rudy Darmoko sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dharma bakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun bagi Johni, penghargaan itu bukan sekadar simbol kehormatan. Bintang LVRI menjadi pengingat bahwa pergantian seragam, jabatan dan ruang pengabdian tidak boleh mengubah komitmen untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :  Gelar Vaksinasi Dosis 3, Julie Laiskodat: Booster Perkuat Imun Tubuh

“Seragam dan jabatan boleh berbeda, tetapi jiwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara tidak boleh berubah,” tegas Johni.

Pernyataan tersebut menjadi pesan utama Johni dalam momentum penganugerahan penghargaan tersebut. Ia memiliki perjalanan pengabdian yang tidak terpisahkan dari NTT. Sebelum dipercaya sebagai Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma pernah mengemban tugas sebagai Kapolda NTT.

Peralihan dari institusi kepolisian ke pemerintahan daerah, menurutnya, bukan berarti berakhirnya pengabdian. Justru, perubahan posisi harus diikuti dengan perluasan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bintang LVRI sebagai Amanat Moral
Ketua Umum DPP LVRI, Jenderal TNI (Purn.) H. B. L. Mantiri, menyampaikan bahwa penganugerahan Bintang LVRI merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian penerimanya.

Baca Juga :  Bupati Malaka Resmikan Pelaksanaan Tes SKD

Lebih dari sekadar penghargaan, menurut Mantiri, anugerah tersebut mengandung amanat moral agar penerima terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga persatuan serta meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para veteran.
Pesan itu sejalan dengan cara Johni memaknai penghargaan yang diterimanya.

Bagi mantan Kapolda NTT tersebut, Bintang LVRI bukan sekadar penghargaan personal yang melekat pada dirinya. Penghargaan itu merupakan pengingat agar setiap kewenangan yang dipercayakan negara tetap diarahkan pada kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, penghormatan kepada veteran tidak berhenti pada seremoni. Nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam kerja nyata, pelayanan publik, integritas, persatuan dan keberanian menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Veteran Disebut “Guru Sejarah Kehidupan Bangsa”

Dalam sambutannya, Johni memberikan penghormatan khusus kepada para veteran. Ia menyebut para pejuang tersebut sebagai “guru sejarah kehidupan bangsa.”

Baca Juga :  Selain Cegah Penyebaran Covid, Pemprov NTT Juga Fokus Tangani Penyakit DBD Dan Sampah

Bagi Johni, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.

Perjuangan tersebut tidak harus diwujudkan dalam medan perang seperti yang dialami generasi veteran. Dalam konteks kekinian, semangat perjuangan dapat diwujudkan melalui kerja keras, kejujuran, persatuan, pelayanan kepada masyarakat serta keberanian membangun daerah.

“Tugas generasi sekarang bukan hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi melanjutkan semangat perjuangan itu dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTT, mulai dari pembangunan daerah, pelayanan masyarakat hingga persoalan sosial dan kemanusiaan.