KUPANG, Mensanews.com – Ketika listrik menyala tanpa gangguan, ada sistem yang bekerja dalam senyap untuk memastikan cahaya tetap terjaga. Di balik keandalan pasokan listrik bagi rumah tangga, pelaku usaha hingga aktivitas ekonomi masyarakat, sistem proteksi jaringan transmisi menjadi salah satu benteng terdepan yang bekerja cepat ketika gangguan muncul.
Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimanfaatkan PT PLN (Persero) untuk semakin memperkuat kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang, PLN melakukan pemeliharaan preventif dan penggantian relay proteksi pada Bay Line Tenau 2 Gardu Induk (GI) Bolok 150 kV, Senin, 7 September 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem transmisi listrik di Sistem Timor, sekaligus memastikan infrastruktur vital yang menopang penyaluran tenaga listrik tetap berada dalam kondisi optimal.
Relay proteksi memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan. Peralatan ini bekerja mendeteksi kondisi abnormal atau gangguan pada jaringan dan memberikan perintah pengamanan dalam waktu sangat cepat.

Ibarat “sabuk pengaman” pada sistem kelistrikan, relay proteksi menjadi lapisan perlindungan yang membantu mencegah gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
K3 Jadi Prioritas Sebelum Pekerjaan Dimulai
Sebelum melakukan pekerjaan, tim ULTG Kupang terlebih dahulu melaksanakan safety briefing, pencatatan parameter awal serta menyiapkan prosedur pengamanan secara ketat.
Setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mempertimbangkan keandalan sistem transmisi.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan relay existing, kabel pasokan atau wiring supply, kabel arus dan tegangan, serta koneksi masukan dan keluaran biner (binary input/output).
Setelah seluruh komponen lama dilepas, tim memasang relay proteksi dan layar LCD baru beserta jaringan kabel pendukungnya.
Namun pekerjaan tidak berhenti pada pemasangan peralatan.
Tahap pengujian menjadi bagian penting untuk memastikan perangkat baru mampu bekerja sesuai desain, standar teknis dan kebutuhan sistem transmisi.
Tim ULTG Kupang melakukan serangkaian pengujian, mulai dari metering relay, function test, intertrip hingga Point to Point (PTP) SCADA.
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan sistem proteksi mampu mendeteksi gangguan secara akurat, mengirimkan perintah pengamanan secara cepat serta memastikan komunikasi antara peralatan di gardu induk dengan sistem pemantauan dan pengendalian berjalan optimal.
Keandalan Listrik Berawal dari Infrastruktur yang Siap
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan penguatan sistem proteksi merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










