“Kesehatan menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, sehingga perbaikan kualitas di bidang kesehatan termasuk yang ada di dalamnya soal pelayanan harus semakin ditingkatkan dari saat ke saat,” tandas Sekda Ferdinand.
Sementara itu dalam diskusi lanjutan yang berlangsung di aula Puskesmas Betun, beberapa materi yang disampaikan soal Progress dan Strategi Pencapaian ILP di Kabupaten Malaka oleh Fridz Makbalin,Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Dukungan Penganggaran di Tingkat Desa untuk Implementasi ILP Tahun 2024 oleh Rochus Funay Seran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukungan Stakeholder Terkait Strategi dan Target Implementasi ILP oleh Kepala Bapperida Raymond Yani Baria.
Secara nasional, ILP dilaunching pada akhir Bulan Agustus 2023. Integrasi Layanan Primer fokus pada 3 hal yakni siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring dan memperkuat pemantauan wilayah setempat. Program ILP ini harus mendapat dukungan anggaran, kolaborasi berbagai elemen dan harus bekerja multi sektoral.
Khusus untuk Kabupaten Malaka ada 8 Puskesmas yang mendapat fokus perhatian yakni Puskesmas Weoe, Puskesmas Betun, Puskesmas Alkani, Puskesmas Uabau, Puskesmas Nurobo, Puskesmas Namfalus, Puskesmas Biuduk Foho dan Puskesmas Seon.
Launching ILP di Puskesmas Weoe sudah dilakukan pada tanggal 4 April 2024 dan Puskesmas Betun tanggal 21 Mei 2024 dan akan menyusul launching untuk puskesmas lainnya. (tim)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










