Kupang, Mensanews.com – Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari Dekaranasda Provinsi NTT , PKK, dan Dekaranasda Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan Pelatihan Pemasaran Online(Digitalisasi Pemasaran) difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) NTT.
Panitia pelaksanaan kegiatan Pemasaran Digitalisasi, Agustinus Frumentius Haru, yang juga sebagai Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Provinsi NTT, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui optimalisasi potensi produk unggulan daerah yang diselenggarakan selama dua hari yakni dari 22- 23 Mei 2025, di Kupang.
Peserta yang hadir terdiri dari 20 orang binaan Dekranasda Provinsi NTT, 10 orang binaan PKK, serta 20 UMKM dari kelompok Dekranasda Kota kupang yang membawa produk-produk khas NTT seperti kain tenun, sarung tradisional, kerajinan fashion, hingga olahan pangan seperti keripik lokal.
Usai mengikuti kegiatan pelatihan dan pembekalan selama dua hari, seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Disperindag NTT. Pendampingan ini meliputi aspek produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan digitalisasi usaha. Pemerintah provinsi memastikan bahwa monitoring dan evaluasi terhadap progres UMKM akan terus dilakukan, termasuk dalam memeriksa sejauh mana mereka mengimplementasikan ilmu yang telah diterima.
“Kita ingin para pelaku UMKM ini mampu membaca peluang dan memanfaatkan sarana digital yang tersedia. Dengan begitu, mereka bisa bersaing secara sehat dan produknya mampu menembus pasar lebih luas,” ujar Agustinus.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis Gubernur NTT, Melki Laka Lena “Beli NTT” yang bertujuan mendorong masyarakat NTT untuk mencintai dan membeli produk lokal.
“Kita tidak bisa membiarkan produk dari luar terus mendominasi. Kita harus bangga dan mendukung pelaku usaha lokal agar ekonomi daerah tumbuh dari dalam,” lanjutnya.
Ke depan, pemerintah tidak hanya memfasilitasi pelatihan dan pendampingan, tetapi juga membuka akses pasar melalui pameran dan penyambutan tamu dari luar daerah, di mana produk UMKM lokal bisa ditampilkan sebagai identitas dan kebanggaan daerah.
Hal penting lain yang disorot dalam kegiatan ini adalah pentingnya kemasan. Di era digital, kemasan bukan lagi sekadar pelindung produk, tetapi elemen kunci dalam pemasaran. “Produk yang sama bisa kalah bersaing hanya karena kemasannya kalah menarik. Maka dari itu, kita tekankan juga prinsip desain kemasan yang baik.”
Dengan semangat kolaboratif dan pendampingan intensif, pemerintah optimis UMKM NTT akan naik kelas dan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










