Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Silet Open Up Guncang Maumere: Tabola Bale Jadi Simfoni Puncak di Festival Jelajah Maumere

Editor: Redaksi
IMG 20250918 WA0003

Puncak penampilan Silet Open Up ditandai dengan dibawakannya lagu “Tabola Bale”, lagu yang kini telah menjelma menjadi anthem kebanggaan masyarakat Timur Indonesia. Dengan iringan instrumen etnik dan tata cahaya megah, lagu tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan.

Seluruh penonton bernyanyi bersama, menciptakan suasana magis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beberapa penonton bahkan terlihat membawa spanduk bertuliskan “Torang Bangga Silet” dan “Tabola Bale, Lagu Hati Kami”.

Festival Jelajah Maumere: Lebih dari Sekadar Panggung Musik

Festival Jelajah Maumere 2025 mengambil tema “Wini Ronan” atau “Lumbung Benih”, menggambarkan komitmen masyarakat Sikka untuk merawat akar budaya dan memperkuat ketahanan lokal, baik dalam aspek agrikultur maupun nilai-nilai sosial. FJM tahun ini digelar dari 17 hingga 20 September, menampilkan beragam kegiatan budaya, pameran UMKM, parade tenun ikat, dan pertunjukan kesenian tradisional.

Baca Juga :  Lembaga Penyiaran NTT yang Jatuh Tempo Izin , Segera Perpanjang

Makna di Balik Penampilan Silet

Penampilan Silet bukan sekadar pertunjukan musik itu adalah simbol kemenangan budaya lokal, suara dari generasi muda Timur yang kini menggema hingga ke panggung nasional dan internasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka, Even Edomeko, menyebut kehadiran Silet sebagai bagian penting dalam misi festival: “Bukan hanya menghibur, tapi membangkitkan kebanggaan kolektif masyarakat Sikka. Tabola Bale adalah cerita kita semua.”

Dari Maumere untuk Indonesia

Silet Open Up telah membawa nama Maumere dan Nusa Tenggara Timur ke panggung nasional. Penampilannya di Festival Jelajah Maumere membuktikan bahwa musik, budaya, dan identitas lokal bisa menjadi kekuatan transformasi sosial yang nyata.

Baca Juga :  Teka Iku Cup Season 2: Momentum Refleksi Perjuangan Moan Teka dan Moan Iku, Pejuang Rakyat Sikka

Dengan sorotan yang semakin besar terhadap kawasan Timur Indonesia, FJM dan Silet Open Up memberi pesan jelas: Akar budaya adalah fondasi masa depan. Dan malam itu, di Maumere, akar itu tumbuh kuat, bergema dalam setiap lirik, dan mengguncang ribuan jiwa.