Saat akhirnya oksigen berhasil mengalir, kondisi bayi sudah sangat kritis. Dokter berusaha memberikan bantuan napas manual, namun bayi perempuan itu sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Keluarga Trauma dan Minta Pertanggungjawaban
Kematian bayi ini bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga trauma dan kemarahan. Keluarga menuntut agar pihak Puskesmas Waikeluit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian fatal yang terjadi.
“Kami datang bukan minta dirawat, hanya minta rujukan. Tapi kami malah kehilangan anak kami karena pelayanan yang sangat buruk,” pungkas Dominikus Duli.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus keluhan pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Minimnya pengawasan, kurangnya pelatihan petugas, serta sarana-prasarana yang tidak memadai menjadi faktor krusial yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Puskesmas Waikeluit, Kepala Puskesmas Tidak merespon saat dihubungi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










