Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat: Satu Tahun Kepemimpinan Melki-Johni, Evaluasi Kritis dan Komitmen Perbaikan

Reporter : Ollchan
IMG 20260220 WA0011

Menurutnya, intervensi tidak boleh lagi bersifat umum dan administratif semata, melainkan harus berbasis data individu.

“Kami akan lakukan micro targeting. Harus sesuai by name by address. Siapa orangnya, di mana alamatnya, apa kebutuhannya itu harus jelas,” tegas Melki.

Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan sasaran bantuan serta meningkatkan efektivitas anggaran daerah. Dengan sistem berbasis data rinci, setiap program dapat dipantau secara terukur dan transparan.

Lebih Banyak di Lapangan, Kurangi Rutinitas Kantor

Komitmen lain yang ditegaskan dalam diskusi publik tersebut adalah perubahan pola kerja kepemimpinan. Melki menyatakan dirinya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma serta jajaran ASN akan lebih sering turun langsung ke lapangan.

Baca Juga :  4 Keluarga Masuk Rumah Baru, Diantar Wali Kota Kupang

“Saya bersama Pak Wagub dan ASN akan lebih sering di lapangan daripada di kantor. Jangan terlalu banyak di kantor. Kita harus lihat langsung kondisi masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai sebagai upaya memperkuat kepemimpinan berbasis realitas lapangan (grounded leadership), agar setiap kebijakan tidak hanya disusun di atas meja, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di desa-desa dan wilayah terpencil NTT.

Tantangan Tahun Kedua

Meski survei menunjukkan adanya tingkat kepuasan di sejumlah sektor, tantangan struktural seperti kemiskinan ekstrem, ketimpangan wilayah, kualitas layanan dasar, serta penguatan kapasitas birokrasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Baca Juga :  Rencana Produksi Beras Brand Nona Malaka dan Fore Lakateu Didukung Kantor Bulog Atambua

Diskusi publik ini menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen untuk memperbaiki kekurangan di tahun pertama pemerintahan Melki–Johni. Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa evaluasi berbasis data, transparansi, dan partisipasi publik akan terus diperkuat.

Dengan pendekatan micro targeting, klarifikasi data berbasis BPS, serta komitmen lebih banyak bekerja di lapangan, kepemimpinan Melki–Johni memasuki tahun kedua dengan fokus pada ketepatan sasaran, percepatan hasil, dan penguatan kepercayaan publik.