Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Dukung Wartawan SMSI NTT, Christian Widodo Janji Sumbangkan Laptop dari Dana Pribadi

Reporter : Ollchan
IMG 20260810 WA0008

Pemkot Kupang Siapkan Ruang Kolaborasi dengan SMSI

Selain menyampaikan komitmen pribadi berupa bantuan laptop, Christian juga mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan SMSI NTT.

Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang memperluas ruang komunikasi dan kerja sama dengan organisasi pers.

Christian mengusulkan agar lima wartawan SMSI yang kompeten dan telah memiliki sertifikasi dapat dilibatkan dalam penyampaian informasi pembangunan Pemerintah Kota Kupang melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan penganggaran.

“Saya minta nanti teman-teman SMSI mengusulkan lima orang yang kompeten dan sudah memiliki sertifikasi untuk membantu menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Saya ingin masyarakat menerima informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.

Usulan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi wartawan menjadi salah satu perhatian dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas.

Baca Juga :  Pesan Wali Kota Christian Widodo untuk Wartawan: Viral Bisa Sesaat, Kepercayaan Bertahan Lama

Namun, hubungan pemerintah dengan pers tetap membutuhkan batas yang jelas. Kolaborasi dalam penyebarluasan informasi publik harus tetap menghormati independensi pers, kode etik jurnalistik, kepentingan masyarakat, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Memperkuat Ekosistem Media Siber NTT

Perkembangan media siber telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Berita tidak lagi hanya dikonsumsi melalui media cetak atau siaran konvensional, tetapi bergerak cepat melalui situs berita, media sosial, dan berbagai platform digital.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap perangkat kerja yang memadai semakin penting.

Laptop, misalnya, menjadi salah satu perangkat utama wartawan untuk menulis berita, mengedit foto dan video, melakukan komunikasi dengan narasumber, mengakses data, serta mengirimkan berita untuk dipublikasikan.

Karena itu, bantuan satu unit laptop untuk Sekretariat SMSI NTT dapat menjadi dukungan praktis bagi aktivitas organisasi sekaligus menjadi simbol perhatian terhadap kebutuhan insan pers.

Baca Juga :  PSMTI Apresiasi Program Wali Kota, Siap Kolaborasi Bangun Rumah Warga

Namun, perangkat teknologi hanyalah salah satu bagian dari ekosistem jurnalistik. Kualitas berita tetap sangat ditentukan oleh kemampuan wartawan dalam melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, memahami konteks, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik.

Pers Diminta Menjadi Mitra Kritis Pembangunan

Christian juga mengajak insan pers untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan Kota Kupang.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan wartawan, tokoh agama, organisasi masyarakat, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Mari kita bersama membangun daerah ini. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan wartawan, gereja, masjid, pura, komunitas, LSM, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi harus diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni menghadirkan pembangunan yang dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga :  Tim Juri Lomba Kebersihan Melakukan Penilaian Kebersihan Di Kota Kupang Mulai Hari Senin

“Datang bersama adalah sebuah permulaan, tetap bersama adalah sebuah kemajuan, dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan,” pungkasnya.

Komitmen Wali Kota Kupang untuk menyumbangkan laptop bagi Sekretariat SMSI NTT pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat sebagai dukungan terhadap kebutuhan perangkat kerja. Lebih jauh, hal tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa penguatan pers profesional membutuhkan dukungan terhadap kapasitas manusia, sarana kerja, dan lingkungan jurnalistik yang sehat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pers dituntut tidak hanya menjadi yang tercepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga menjadi yang paling dapat dipercaya. Sebab, di tengah persaingan mengejar perhatian publik, kredibilitas tetap menjadi modal terbesar media untuk bertahan dan menjalankan fungsi jurnalistiknya.