“Ini adalah sesuatu yang harus kita jaga, harus sama-sama kita pelihara supaya tetap berkelanjutan dan lebih bermanfaat serta bisa menjangkau lebih luas lagi,” ujarnya.
Dari Air Bersih Menuju Pengembangan Ekonomi
Taufik tidak ingin manfaat program berhenti pada terpenuhinya kebutuhan air bersih. Ia justru mendorong masyarakat memanfaatkan ketersediaan air untuk memperluas kegiatan ekonomi produktif.
Salah satu potensi yang disebutnya adalah pengembangan kebun melon yang telah mulai dilakukan masyarakat.
Ia mendorong agar pengembangan komoditas tersebut tidak berhenti pada penjualan buah segar. Produk melon, kata dia, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga menciptakan nilai tambah.
“Jangan cepat berpuas diri. Kita harus mulai kembangkan lagi bagaimana kebun itu mungkin lebih luas. Produk melon nantinya tidak hanya dijual sebagai buah, mungkin dibuat semacam makanan atau keripik,” katanya.
Menurutnya, diversifikasi produk dapat membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan kerja dan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Dengan demikian, fasilitas air bersih tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekonomi produktif warga.
“Tanah melonnya dikembangkan sehingga potensi penghasilan masyarakat juga dapat dan kesejahteraan masyarakat juga dapat,” ujarnya.
PLN Dorong Program Berbasis Asesmen
Taufik juga menegaskan bahwa PLN akan terus memberikan perhatian kepada wilayah lain yang membutuhkan dukungan. Namun, setiap program harus melalui proses asesmen agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan dan memiliki peluang keberlanjutan.
PLN, kata dia, tidak ingin program sosial berhenti setelah bantuan diserahkan.
“Kami tidak akan memberikan sesuatu kemudian program itu mati. Mohon maaf, itu hanya membuang-buang duit. Kita mengeluarkan uang juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, keberadaan rencana pengembangan setelah bantuan diberikan menjadi salah satu aspek penting. Masyarakat diharapkan memiliki perencanaan yang jelas, termasuk bagaimana fasilitas air dikelola, bagaimana kegiatan ekonomi dikembangkan dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara kolektif.
Taufik menilai, Naioni telah menunjukkan modal penting untuk keberlanjutan program tersebut. Selain fasilitas air sudah tersedia, masyarakat juga telah membentuk komite pengelola serta memiliki gagasan pengembangan ekonomi berbasis pertanian.
“Rencana pengembangannya sudah bagus. Rencana pupuk, sirkulasi ekonominya pasti berjalan,” ujarnya.
Ia berharap semangat gotong royong masyarakat RT 19/RW 9 terus dipertahankan sehingga fasilitas air bersih tersebut dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup warga.
“Sekali lagi selamat untuk program yang sudah berjalan dengan baik dan juga memberikan manfaat untuk kita semua,” pungkas Taufik.
Program air bersih di Naioni pada akhirnya bukan hanya tentang menghadirkan air di tengah keterbatasan. Lebih jauh, program tersebut menjadi contoh bagaimana bantuan sosial dapat diarahkan menjadi modal pemberdayaan masyarakat dengan air sebagai titik awal untuk menghidupkan lahan, mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja dan membangun kemandirian ekonomi warga.
Keyword SEO: PLN Naioni, fasilitas air bersih Naioni, Taufik Dwi Nur Cahyo, PLN Kupang, air bersih Kota Kupang, RT 19 RW 9 Naioni, pemberdayaan masyarakat PLN, program sosial PLN, ekonomi masyarakat Naioni, kebun melon Naioni.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










