Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pameran Pembangunan NTT 2026 Jadi Ruang Solidaritas, Masyarakat Diajak Peduli Gempa Flores

Reporter : Ollchan
IMG 20260828 WA0029

“Sejak pagi tadi kami sudah putuskan, untuk seluruh masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores yang butuh makanan, pakaian, selimut, silakan koordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk dibantu. Pembayarannya nanti dari pemerintah,” katanya.

Kebijakan tersebut menjadi langkah pragmatis untuk menjawab persoalan paling mendasar dalam situasi tanggap darurat. Ketika akses distribusi bantuan belum sepenuhnya normal, kebutuhan warga dapat dipenuhi melalui sumber daya yang tersedia paling dekat dengan lokasi pengungsian maupun permukiman terdampak.

Pemerintah daerah juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Basarnas, BMKG, BNPB dan berbagai unsur terkait.

Koordinasi lintas lembaga tersebut menjadi penting karena penanganan bencana gempa tidak berhenti pada distribusi makanan dan pakaian. Pemerintah juga menghadapi kebutuhan evakuasi, pencarian dan penyelamatan, pelayanan kesehatan, penyediaan tempat tinggal sementara, pemulihan infrastruktur serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Wagub Nae Soi : Mentalitas Sebagai ASN Harus Bertransformasi Dengan Jiwa Pelayanan Publik

613 UMKM dan 115 Stand Ikut Menghidupkan Pameran

Di sisi lain, Pameran Pembangunan NTT 2026 tetap menjadi etalase perjalanan pembangunan daerah. Sebanyak 613 UMKM dan 115 stand yang terdiri dari instansi pemerintah, BUMN dan BUMD turut ambil bagian.

Kehadiran ratusan pelaku UMKM menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tetap menjadi bagian penting dari agenda pameran. Produk lokal, kreativitas pelaku usaha dan berbagai inovasi pembangunan ditampilkan kepada masyarakat.

Namun, di tengah kemeriahan tersebut, pemerintah mengingatkan agar euforia perayaan kemerdekaan tidak membuat masyarakat melupakan saudara mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.
Pameran justru diharapkan menjadi titik temu antara promosi pembangunan dan kepedulian sosial. Produk UMKM boleh dipamerkan, inovasi daerah boleh diperkenalkan, tetapi semangat gotong royong harus tetap menjadi ruh dari seluruh kegiatan.

Baca Juga :  Gempa 7,7 Guncang Flores, Kapolda NTT Kerahkan Polisi: Evakuasi Warga Jadi Prioritas Utama

Dari Pameran, Solidaritas Diharapkan Bergerak ke Flores

Pameran Pembangunan NTT 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang telah dibangun pemerintah, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat merespons persoalan yang sedang dihadapi daerah.

Bencana gempa di Flores menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketika satu wilayah mengalami bencana, wilayah lain harus hadir memberikan dukungan.

Dari arena pameran di Kupang, pesan itu disampaikan dengan jelas: kemajuan NTT harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
Pameran yang berlangsung hingga 24 Agustus tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya pemerintah, dunia usaha, UMKM dan masyarakat untuk tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga mengambil bagian dalam kerja kemanusiaan.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Hari Kedua di Maumere: Gubernur NTT Minta Gunakan Pola Baru untuk Dorong Peningkatan PAD

Sebab bagi NTT, gotong royong bukan sekadar slogan dalam perayaan kemerdekaan. Di tengah bencana, gotong royong diuji melalui tindakan nyata dari satu tangan yang memberi, satu keluarga yang berbagi, hingga satu daerah yang berdiri bersama daerah lainnya.
Dan dari Kupang, solidaritas itu diharapkan terus mengalir menuju Flores.