Dari Penghargaan ke Tanggung Jawab
Johni juga mengingatkan bahwa penghargaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Sebaliknya, penghargaan harus melahirkan tanggung jawab yang lebih besar.
Ia menegaskan, Bintang LVRI bukan tanda bahwa perjalanan pengabdian telah selesai.
“Bintang yang diberikan hari ini jangan hanya menjadi tanda di dada, tetapi hendaknya menjadi cahaya yang menerangi langkah pengabdian kita,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Johni menempatkan penghargaan sebagai simbol tanggung jawab moral. Bintang yang tersemat bukan hanya penghormatan atas apa yang telah dilakukan, tetapi juga pengingat terhadap apa yang masih harus dikerjakan.
Duka Gempa Flores dan Gugurnya Putra-Putri Bangsa
Di tengah suasana penghargaan, Johni juga menyampaikan perhatian terhadap persoalan kemanusiaan.
Ia menyampaikan duka atas bencana gempa bumi di Pulau Flores serta gugurnya tiga putra-putri bangsa, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik, ketika menjalankan tugas membawa bantuan bagi masyarakat di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dua dari tiga korban tersebut merupakan putra-putri NTT. Sementara jenazah Willi Mbuik telah dimakamkan di Rote, kampung halamannya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa semangat pengabdian yang dibicarakan dalam penganugerahan Bintang LVRI tidak berhenti pada sejarah. Pengabdian juga hadir dalam situasi bencana dan kemanusiaan, ketika tugas negara menuntut keberanian, solidaritas dan kepedulian.
Johni mengajak masyarakat NTT untuk terus menjaga persatuan, kedamaian dan kemanusiaan.
Kapolda NTT: Penghargaan Menjadi Penyemangat
Sementara itu, Kapolda NTT Rudy Darmoko turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPP LVRI atas penghargaan yang diberikan.
Menurut Rudy, penghargaan tersebut menjadi semangat dan dorongan untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Penganugerahan Bintang LVRI kepada Johni Asadoma dan Rudy Darmoko dengan demikian mempertemukan dua figur dengan latar pengabdian yang berbeda dalam satu pesan yang sama: tanggung jawab kepada negara dan masyarakat harus terus dijaga.
Jabatan dapat berganti. Seragam dapat berubah. Namun, sebagaimana ditegaskan Johni, jiwa pengabdian tidak boleh berubah.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penghargaan tertinggi bukan semata-mata terletak pada simbol yang dikenakan, tetapi pada seberapa jauh nilai pengabdian diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keyword SEO:
Johni Asadoma, Wakil Gubernur NTT, Bintang LVRI, Legiun Veteran Republik Indonesia, LVRI NTT, Kapolda NTT Rudy Darmoko, penghargaan LVRI, pengabdian bangsa dan negara, Pemerintah Provinsi NTT, Forkopimda NTT, veteran NTT, gempa Flores, NTT, pengabdian Johni Asadoma.
Perkuat Lead dengan Fakta Utama
Ringkas Paragraf yang Berulang
Pisahkan Fakta dan Interpretasi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










