Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Cegah Kebakaran Saat Puncak Kemarau, PLN Ajak Warga Kupang Waspadai Instalasi Listrik Rumah

IMG 20260921 WA0037

Masyarakat diminta tidak memaksakan penggunaan peralatan listrik ketika tanda-tanda tersebut muncul.
Pemeriksaan oleh tenaga profesional menjadi langkah penting untuk mengetahui sumber masalah sekaligus mencegah gangguan berkembang menjadi kebakaran.

Langkah pencegahan menjadi semakin penting karena NTT saat ini memasuki puncak musim kemarau pada periode Agustus–September.

BMKG Ingatkan Ancaman Angin

Kencang dan Suhu Tinggi
Dalam dialog tersebut, Muhammad Indra, Prakirawan Iklim Stasiun Klimatologi Kelas I NTT-BMKG, menjelaskan kondisi cuaca yang perlu menjadi perhatian masyarakat selama periode kemarau.

Menurutnya, kondisi kering yang disertai angin kencang dan suhu tinggi dapat mempercepat penyebaran api ketika terjadi kebakaran.

Masyarakat karena itu diminta rutin memantau informasi dan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
Kewaspadaan tidak hanya diperlukan terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik, tetapi juga aktivitas manusia yang berpotensi memicu api.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Lampu Menyala! PLN NTT Perkuat ‘Sabuk Pengaman’ Listrik di GI Bolok

Frids A. Kodji dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan api tanpa pengawasan.
Dalam kondisi lingkungan yang kering, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat apabila tidak segera dikendalikan.

PLN: Keselamatan Kelistrikan Tanggung Jawab Bersama

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

PLN, kata Eko, terus berupaya menjaga keandalan jaringan distribusi listrik. Namun, keamanan instalasi listrik di dalam bangunan setelah kWh meter juga membutuhkan perhatian serius dari masyarakat.

Baca Juga :  21 Unit Satuan PAUD Sekecamatan Wewiku Mengikuti Kegiatan Sikat Gigi Masal, Bunda PAUD Malaka: Mereka Merupakan Anak Usia Emas

“Keselamatan kelistrikan adalah tanggung jawab bersama. PLN fokus memastikan jaringan distribusi tetap prima, namun kami sangat membutuhkan peran warga untuk tertib merawat instalasi rumah dan menjauhi aktivitas pembakaran di sekitar jalur listrik,” tegas Eko.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran di berbagai wilayah. Masyarakat tidak hanya dituntut mengetahui cara menggunakan listrik dengan aman, tetapi juga mengenali tanda-tanda gangguan sejak dini.

Warga Diminta Tidak Menunggu Kebakaran Terjadi

Pencegahan kebakaran pada akhirnya tidak hanya bergantung pada petugas pemadam kebakaran maupun kesiapan jaringan listrik.
Kesadaran warga di rumah menjadi lapisan pertama untuk mencegah api muncul dan berkembang.

Baca Juga :  Menghalau Gelap di Sambi Rampas: Gotong Royong Warga Wejang Pongkor dan PLN Hadirkan Harapan Baru dari Pelosok Manggarai Timur

Memastikan instalasi listrik sesuai standar, menghindari terminal bertumpuk, menggunakan kabel sesuai spesifikasi, tidak membebani instalasi secara berlebihan, serta tidak melakukan modifikasi listrik sembarangan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.

Begitu pula dengan menghindari pembakaran sampah dan aktivitas pembakaran terbuka saat kondisi lingkungan kering dan berangin.
Untuk kebutuhan informasi maupun pelaporan gangguan kelistrikan, masyarakat dapat memanfaatkan PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.

Di tengah puncak kemarau, kewaspadaan bukan sekadar imbauan. Satu kabel yang panas, satu stopkontak yang dipaksakan, atau satu bara api yang dibiarkan tanpa pengawasan dapat menjadi awal dari kebakaran yang jauh lebih besar.