“Kami berharap berbagai pemikiran yang lahir dari kegiatan ini dapat memperkuat upaya kita dalam mendorong perekonomian Provinsi NTT. Untuk itu, hasil penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang konkret dan dapat dilaksanakan guna mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adidoyo.
Ia menekankan bahwa riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi atau forum akademik. Hasil kajian perlu ditindaklanjuti melalui rekomendasi yang relevan, terukur, dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Dengan demikian, kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku usaha menjadi penting untuk menjembatani hasil penelitian dengan proses pengambilan keputusan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam memperkuat kajian ekonomi daerah dan membuka ruang kolaborasi melalui KARSA NUSA 2026.
Gubernur menegaskan pentingnya riset sebagai salah satu landasan bagi pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan, memahami akar persoalan, serta merancang program yang memiliki sasaran jelas dan hasil yang dapat diukur.
“Riset membantu pemerintah menentukan prioritas, memahami penyebab persoalan, dan memilih langkah yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan apresiasi sekaligus penutupan KARSA NUSA 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya proses perencanaan pembangunan yang didukung data dan kajian yang memadai. Dengan pendekatan berbasis riset, kebijakan diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran, mempertimbangkan kondisi riil masyarakat, serta memiliki dasar yang kuat dalam menentukan intervensi pembangunan.
Bagi NTT, penguatan struktur ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong transformasi daerah. Karena itu, hasil riset perlu diarahkan untuk mengidentifikasi peluang ekonomi, memperkuat sektor produktif, dan mendukung kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyelenggaraan KARSA NUSA 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi juga memperkuat hubungan antara penelitian, perencanaan, dan pelaksanaan kebijakan ekonomi daerah.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pengembangan budaya riset sebagai landasan perumusan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah.
Ke depan, keberlanjutan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar hasil kajian dapat diperdalam, diterjemahkan menjadi rekomendasi yang aplikatif, serta ditindaklanjuti dalam program pembangunan yang terukur.
Melalui pendekatan tersebut, KARSA NUSA diharapkan terus berkontribusi dalam memperkokoh struktur ekonomi NTT, mempercepat transformasi ekonomi daerah, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan demi terwujudnya NTT yang maju dan sejahtera.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










