“Sementara itu, Penjabat Bupati Lembata Marsianus Djawa menyampaikan beberapa hal terkait penyelanggaran Pemerintahan di Kabupaten Lembata selama ia menjabat kurang lebih 3 bulan antara lain adalah penanganan stunting. “Angka stunting saat ini di Kabupaten Lembata berada pada angka 15,91%, teridentifikasi beberapa permasalahan terkait dengan stunting yaitu relasi gender dimana lebih banyak kaum para Ibu yang bekerja daripada kaum Bapak dalam masalah stunting ini. Juga serta pola asuh yang mengabaikan anak karena bekerja. Ini perlu kita perhatikan serius agar dapat ditangani,” ujar Marsianus.
“Selain itu, kita perlu sukseskan Program TJPS pola Kemitraan atas kerja sama Dinas Pertanian dan Bank NTT. Di Kecamatan Ile Ape yang memiliki potensi luar biasa sampai ribuan hektar, dapat ditargetkan lahan seluas 1800 Ha dapat menghasilkan sekitar 8.305 ton dengan senilai lebih dari 29 M. Untuk itu marilah kita bersama-sama mensukseskan program TJPS ini untuk membangun daerah menjadi lebih baik,” ujar Marsianus Djawa dalam sambutannya.
“Perlu juga sinergitas yang baik antara BPD dan Kepala Desa sehingga kita satu pikiran dan satu visi dalam memajukan desa-desa kita. Untuk itu perlu dilakukan kerja sama yang baik hingga tingkat RT/RW. Jangan kita kurang akur satu sama lain karena yang kita kerjakan ini untuk kepentingan banyak orang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Penjabat Bupati Lembata meminta perhatian Pemprov NTT tentang relokasi lahan di Kecamatan Ile Ape yang terkena dampak bencana erupsi gunung Ile Ape beberapa waktu lalu. “Mohon perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi terkait daerah tersebut. Sehingga proses relokasi tesebut dapat terealisasikan dengan fasilitas pendidikan, kesehatan maupun rumah ibadah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Putih Jes Papang juga mengatakan bahwa pentingnya untuk menyadarkan masyarakat bahwa Program TJPS ini sangat bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. “Saya dan teman-teman mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembangkan Program TJPS Pola Kemitraan. Ini sangat baik karena dapat memanfaatkan lahan tidur dan juga pembiayaan oleh Bank NTT dan kerja sama dengan Dinas Pertanian. Saya juga ajak Kepala Desa yang lain untuk mendorong masyarakat terkait pengembangan TJPS ini karena masih ada masyarakat kita yang belum yakin atau masih ragu terhadap program ini padahal Program TJPS sudah ada hasilnya dan sudah terbukti di beberapa tempat dan punya dampak ekonomi yang baik,” jelas Jes.
Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan. Video selengkapnya dapat disaksikan melalui Channel Youtube Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










