Menurutnya sehubungan dengan Bibir Sumbing ini cukup banyak di NTT dikarenakan sebagian besar masalah proses pertumbuhan janin saat hamil yang kekurangan gizi atau kurangnya asupan makanan sehat buat janin sehingga menyebabkan pembentukan janin tidak sempurna.
“Untuk itu hal-hal yang bisa kita maksimalkan dalam program pemerintah saat ini dalam hal Stunting berkaitan dengan Gizi. Gizi itu bisa kita dapatkan dari makanan seperti Kelor yang banyak mengandung Gizi dan Protein yang baik buat ibu-ibu hamil”, ungkap Letkol Boy.
Lebih lanjut Letkol Boi menambahkan bahwa operasi celah bibir dan langitan ini mempunyai spesifikasi yang berbeda dalam pelaksanaan operasinya. Kalau celah bibir biasanya dilakukan pada bayi di usia setelah 3 bulan karena operasi ini hanya meliputi bagian luar tapi kalau langitan ada persyaratan tersendiri yaitu bayi berusia 1,5 tahun dan operasinya apabila ada celah bibir dan langitan yang dilakukan pertama kali adalah celah bibir dulu baru dilanjutkan dengan langitan, sehingga mendapatkan hasil yang sempurna.
Disela-sela kegiatan Letda Ckm drg. (K) Kartika memberikan keterangan ke Staf Penerangan Korem 161/Wira Sakti, “pelaksanaan kegiatan operasi Bibir Sumbing yang di gelar oleh Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti/Kupang di wilayah Korem 161/Wira Sakti dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-77 TNI, menurut drg. Kartika data yang diterima dari tiap-tiap Kabupaten ada 7 s/d 8 pasien tetapi ada beberapa pasien terkendala transportasi serta jarak, jadi mereka untuk terdorong ataupun bergerak ke Kupang itu agak susah. Ada 33 orang pasien itu terdiri dari beberapa Kabupaten yaitu Alor, Manggarai, Rote, Malaka, Atambua dan Kota/Kabupaten Kupang. Pasien yang paling banyak dari Kab. Kupang yaitu 12 orang pasien”, kata drg. Kartika.
Kartika menambahkan, “penyembuhan untuk bibir sumbing itu setelah ditindak (operasi) dalam 1 minggu itu harus kontrol jahitannya. Untuk pasien anak-anak biasanya cepat sembuh dikarenakan mereka masih proses pertumbuhan. Kalau kontrol pemeriksaan untuk operasi yang celah bibir 1 minggu setelah operasi karena kita harus lepas jahitannya namun kalau yang langit-langit itu 4 hari setelah operasi. Untuk antuasias masyarakatnya sangat luar biasa apalagi NTT masih banyak kasus Bibir Sumbing karena di RST/Wira Sakti sendiri tahun lalu sudah 3 kali baksos operasi Bibir Sumbing dalam hal ini RST bekerjasama dengan UNAIR dan Bedah Plastik. Yang menyebabkan adanya terjadi Bibir sumbing ini karena kekurangan Gizi saat hamil dan Gen”, ungkapnya.
Sementara itu, Oma Siti Mariana dari pasien Gilby Novandra Yasser (1 tahun) menyampaikan, “saya berterima kasih buat TNI yang sudah operasi anak cucu saya, yang tadinya anak cucu saya cacat sekarang jadi baik serta saya sangat berterima kasih kepada para Dokter dan semua petugas yang sudah membantu saya punya cucu. Saya tidak bisa balas apa-apa hanya Tuhan yang bisa membalas semua kebaikan para Dokter dan Petugas RST”, ucap Oma Gilby.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










