Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Simon Ingatkan Filosofi Pemakaian Destar Malaka

FOTO SN 29 MARET

Lebih lanjut, Doktor Hukum Pidana alumnus Universitas Brawijaya Malang ini menjelaskan, untuk Fukun atau Pemangku Adat, ikatan destar berbentuk kupu-kupu. Sedangkan untuk Raja ikatan destarnya berbentuk tanduk kerbau.

“Ikatan berbentuk kupu-kupu itu melambangkan satu kumpulan besar, dengan latar belakang yang beragam. Kupu-kupu itu biasanya hanya terbang rendah. Maknanya supaya bisa menghimpun warganya yang beraneka ragam,”

“Sementara ikatan destar berbentuk tanduk kerbau itu melambangkan suatu keagungan, kemegahan, kemuliaan dan sebuah kekuatan yang sangat besar, untuk membuat keputusan-keputusan yang penting, otentik dan fundamental serta mengikat warganya,” jelas Bupati Malaka asal Kecamatan Wewiku ini.

Baca Juga :  Misa Hari Minggu Biasa ke XII Bersama Umat, Bupati Simon Nahak Dorong Program 3K di Kobalima

Bupati Malaka yang salah satu program kerjanya menitikberatkan perhatian pada budaya dan adat istiadat, meminta agar filosofi ini terus dihidupkan.

“Mari kita semua pertahankan filosofi dan nilai bijak ini sehingga terus lestari di tengah masyarakat, hingga generasi mendatang,” tutup Bupati Malaka.