Vatikan, Mensanews.com– Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, masih dalam kondisi kritis setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Paus yang telah memimpin Gereja Katolik sejak 2013, dilaporkan mengalami krisis pernapasan berkepanjangan yang menyerupai gejala asma. Kondisi ini semakin diperburuk oleh pneumonia dan infeksi paru-paru yang kompleks.
Sejak dirawat di rumah sakit selama lebih dari seminggu, Paus Fransiskus juga menerima transfusi darah setelah hasil tes medis menunjukkan bahwa ia mengalami penurunan jumlah trombosit akibat anemia. Pemantauan medis secara ketat terus dilakukan untuk memastikan stabilitas kondisi kesehatannya. Meski demikian, sejumlah media Italia dan Swiss melaporkan bahwa Vatikan mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan wafatnya Paus, yang berpotensi memicu transisi kepemimpinan yang signifikan bagi Gereja Katolik.
Sumber-sumber yang dekat dengan Vatikan mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, persiapan internal untuk menghadapi kemungkinan perubahan dalam kepemimpinan Gereja sudah mulai berjalan. Hal ini meliputi perencanaan mengenai transisi menuju Sede Vacante, yakni masa ketika takhta kepausan kosong setelah wafatnya seorang Paus. Para kardinal dan pejabat tinggi Vatikan juga mempersiapkan segala prosedur terkait pemilihan Paus baru, termasuk pelaksanaan konklaf yang akan memilih pemimpin gereja selanjutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










