Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bukan Hanya 1.000 Rumah, Yayasan Buddha Suci Siapkan 500 Unit, Maruarar Sirait Bantu Rp5 Miliar

Reporter : Ollchan
IMG 20260823 WA0014 1

KUPANG, MensaNews.com – Harapan warga Flores untuk kembali memiliki rumah yang layak setelah gempa bumi kini mendapat suntikan dukungan dari berbagai penjuru. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, bantuan hunian tidak hanya datang dari pemerintah pusat, tetapi juga dari Yayasan Buddha Suci dan pengusaha sekaligus tokoh nasional Maruarar Sirait.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan warga yang rumahnya rusak maupun hancur akibat gempa di Pulau Flores.

Dukungan tersebut melengkapi komitmen pemerintah pusat melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membantu pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah bagi warga terdampak di tiga kabupaten dengan dampak paling berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo.

Baca Juga :  Ditutup Mantan Bupati Malaka Pada Tahun 2017, SDN Oevetnai Justru Diperhatikan Bupati Simon Nahak

Namun, kebutuhan hunian di lapangan diperkirakan masih jauh lebih besar. Karena itu, komitmen pembangunan 500 rumah baru dari Yayasan Buddha Suci serta bantuan Rp5 miliar dari Maruarar Sirait dinilai menjadi tambahan penting dalam memperluas jangkauan pemulihan.

Yayasan Buddha Suci Siapkan 500 Rumah Baru

Melki mengungkapkan, Yayasan Buddha Suci telah menyatakan komitmennya untuk membangun 500 unit rumah baru bagi masyarakat terdampak gempa.

Yayasan tersebut bukan kali pertama terlibat dalam penanganan bencana. Sebelumnya, lembaga itu juga mengambil bagian dalam pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Wagub Nai Soi Ajak Pihak PLN Langsung Turun ke Lapangan,Terkait Pembangunan PLTP di Flores

“Yayasan Buddha Suci juga sudah berkomitmen untuk pembangunan 500 unit rumah baru,” ujar Melki.

Komitmen tersebut dinilai strategis karena kebutuhan masyarakat pascagempa bukan hanya menyangkut bantuan darurat. Setelah masa tanggap darurat berlalu, warga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar dapat kembali membangun kehidupan, mengurus keluarga dan memulihkan aktivitas ekonomi.

Bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau tidak lagi layak huni, pembangunan rumah baru menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda terlalu lama.

Maruarar Sirait Salurkan Dukungan Rp5 Miliar

Dukungan berikutnya datang secara pribadi dari Maruarar Sirait.

Baca Juga :  Taiwan Ajak Wisatawan Indonesia Nikmati Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan

Melki menyampaikan, Maruarar memberikan bantuan senilai Rp5 miliar yang akan digunakan untuk membantu pemerintah daerah membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah yang mendapat dukungan pemerintah pusat.

Dengan demikian, dukungan pembiayaan dari berbagai pihak membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan hunian pascagempa.

Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian menghadapi luasnya dampak bencana, terutama ketika kebutuhan masyarakat menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, infrastruktur hingga hunian.

Melki: Rumah Layak Harus Segera Kembali ke Warga