Melki berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan dan pihak swasta dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat Flores.
Ia menekankan, tujuan akhir dari seluruh dukungan tersebut adalah memastikan keluarga terdampak dapat kembali menempati rumah yang aman dan layak.
“Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama,” katanya.
Menurut Melki, pembangunan dan perbaikan rumah menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah gempa. Pemerintah tidak hanya akan memprioritaskan pembangunan rumah baru, tetapi juga mendorong perbaikan terhadap rumah warga yang tingkat kerusakannya masih memungkinkan untuk diperbaiki.
Pendekatan tersebut penting agar bantuan perumahan dapat diberikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Rumah yang masih dapat diselamatkan tidak harus seluruhnya dibongkar, sementara bangunan yang sudah tidak layak huni membutuhkan pembangunan kembali dengan standar keamanan yang memadai.
Koordinasi Lintas Kementerian Jadi Kunci
Komitmen bantuan tersebut tidak terlepas dari koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dalam rapat yang berlangsung pada 20 Agustus 2026, Gubernur NTT Melki Laka Lena hadir bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT serta tiga kepala daerah yang wilayahnya terdampak paling berat.
Ketiganya adalah Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus. Masing-masing kepala daerah juga hadir bersama Kepala Dinas PUPR kabupatennya.
Rapat tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan persoalan hunian tidak berhenti pada komitmen bantuan, tetapi segera diterjemahkan menjadi pembangunan dan perbaikan rumah di lapangan.
Melki menilai koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur dan tepat sasaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid atas dukungan dalam proses koordinasi penanganan dampak gempa.
“Terima kasih juga kepada Pak Tito Mendagri dan Pak Nusron Menteri ATR/BPN,” ujar Melki.
Tiga Kabupaten Jadi Sasaran Utama
Untuk tahap awal, dukungan perumahan tersebut diarahkan kepada tiga kabupaten yang menjadi wilayah dengan dampak paling berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo.
Namun, kebutuhan pemulihan hunian di Flores tidak berhenti pada tiga wilayah tersebut. Pemerintah daerah tetap melakukan pendataan dan penilaian tingkat kerusakan untuk memastikan masyarakat terdampak di wilayah lain juga mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Bagi pemerintah daerah, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan.
Program pemerintah pusat untuk 1.000 rumah, ditambah komitmen 500 rumah dari Yayasan Buddha Suci dan dukungan Rp5 miliar dari Maruarar Sirait, memberikan tambahan kekuatan bagi upaya membangun kembali hunian masyarakat.
Kini tantangannya adalah memastikan seluruh komitmen tersebut bergerak dari meja rapat menuju lapangan: dari pendataan, verifikasi penerima, penyediaan lahan dan material, hingga pembangunan rumah yang benar-benar dapat ditempati warga.
Sebab bagi korban gempa, rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat untuk memulihkan rasa aman, menyatukan kembali keluarga dan menjadi titik awal untuk bangkit setelah bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










