BORONG, Mensanews.com – Keandalan listrik menjadi salah satu penopang penting bagi aktivitas masyarakat, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi di daerah. Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemeliharaan berkala dan pemasangan pengaman satwa di Gardu Induk (GI) Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang, khususnya Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Bagian Barat, PLN menuntaskan rangkaian pekerjaan pemeliharaan pada 13–16 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keandalan peralatan transmisi dan meminimalkan potensi gangguan pasokan listrik.
Pemeliharaan tersebut bukan sekadar agenda teknis rutin. Di balik pemeriksaan peralatan dan penyempurnaan fasilitas gardu, terdapat upaya menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, mulai dari kegiatan belajar mengajar, pelayanan publik, hingga usaha ekonomi yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan berbagai sektor, termasuk infrastruktur ketenagalistrikan yang aman dan andal.
Pemeliharaan Bertahap, Periksa Peralatan Utama Gardu Induk
Dalam pelaksanaannya, PLN membagi pekerjaan pemeliharaan GI Borong ke dalam beberapa tahapan selama empat hari.
Pada 13 Oktober 2026, tim melaksanakan pemeliharaan Bay Line Ruteng. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeliharaan Bay Line Bajawa pada 14 Oktober, kemudian Bay Kopel pada 15 Oktober.
Rangkaian pekerjaan ditutup pada 16 Oktober 2026 melalui pemeliharaan Transformator Tenaga (TFT) dan sistem incoming.
Pemeliharaan berkala tersebut mencakup pemeriksaan dan pengujian terhadap sejumlah peralatan utama gardu induk, antara lain Pemutus Tenaga (PMT), Lightning Arrester (LA), Current Transformer (CT), Disconnecting Switch (DS), Capacitive Voltage Transformer (CVT), serta sistem proteksi.
Setiap komponen memiliki fungsi penting dalam mendukung pengoperasian sistem kelistrikan. Karena itu, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan, mengidentifikasi potensi anomali, serta memastikan perangkat bekerja sesuai fungsinya.
Deteksi dini menjadi bagian penting dalam pemeliharaan aset kelistrikan. Melalui langkah ini, potensi gangguan dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dengan demikian, pemeliharaan gardu induk merupakan salah satu upaya PLN untuk mengurangi risiko gangguan teknis dan mendukung kontinuitas penyaluran tenaga listrik kepada masyarakat.
Selain memeriksa kondisi peralatan utama, PLN juga melakukan penyempurnaan fasilitas melalui pemasangan instalasi anti-sarang burung pada sejumlah titik Disconnecting Switch (DS).
Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko gangguan kelistrikan yang dapat dipicu oleh aktivitas satwa liar di area gardu induk.
Keberadaan burung dan satwa lain di sekitar instalasi kelistrikan perlu diperhatikan karena aktivitasnya berpotensi mengganggu komponen tertentu. Pada kondisi tertentu, material sarang atau aktivitas satwa di sekitar peralatan dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem.
Karena itu, pemasangan pengaman anti-sarang burung di GI Borong diarahkan untuk mengurangi kemungkinan gangguan yang berkaitan dengan aktivitas satwa, sekaligus mendukung keandalan operasional gardu.
Pendekatan preventif ini menunjukkan bahwa pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berfokus pada kondisi mekanis dan elektris peralatan, tetapi juga memperhatikan faktor lingkungan di sekitar instalasi.
Upaya mitigasi tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko gangguan yang berpotensi menghambat penyaluran listrik di wilayah Flores.
Di tengah pekerjaan teknis yang membutuhkan ketelitian tinggi, PLN menempatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian utama dalam setiap tahapan pemeliharaan.
Sebelum pekerjaan dimulai, personel mengikuti safety briefing untuk memastikan seluruh anggota tim memahami pembagian tugas, potensi bahaya, dan prosedur keselamatan yang harus dipatuhi.
Proses pekerjaan juga meliputi pembebasan tegangan secara aman, pemasangan grounding, serta pemeriksaan akhir atau final check sebelum sistem dinormalkan kembali.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari pengendalian risiko agar pekerjaan berlangsung sesuai prosedur operasi standar atau standard operating procedure (SOP).
Dalam pekerjaan transmisi dan gardu induk, disiplin terhadap prosedur keselamatan merupakan hal mendasar. Ketelitian personel, koordinasi tim, serta kepastian kondisi peralatan sebelum dan sesudah pekerjaan menjadi unsur penting dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus keandalan sistem.
Dengan penerapan K3 yang konsisten, pemeliharaan diharapkan dapat mencapai sasaran teknis tanpa mengabaikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Manager ULTG Flores Bagian Barat, Reza Bagus Nugrahardiyono, menegaskan bahwa pemeliharaan berkala merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam menjaga kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Menurut Reza, pemeriksaan menyeluruh dan langkah mitigasi risiko menjadi bagian penting untuk mengurangi kemungkinan gangguan, sementara keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan.
“Perawatan berkala bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan pasokan listrik selalu siap mendukung aktivitas warga. Melalui pengujian ketat dan mitigasi seperti pengaman satwa, kami berupaya meminimalkan risiko gangguan. Di atas segalanya, keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Reza.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pemeliharaan aset secara terencana sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kelistrikan.
Bagi masyarakat, kesiapan infrastruktur di gardu induk memiliki arti penting karena listrik mendukung beragam kebutuhan sehari-hari. Mulai dari penerangan rumah, kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga operasional pelaku usaha, seluruhnya membutuhkan sistem kelistrikan yang dikelola dengan baik.
Meski demikian, keandalan pasokan listrik tetap bergantung pada berbagai faktor dalam keseluruhan sistem.
Pemeliharaan berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan, bukan jaminan bahwa gangguan tidak akan pernah terjadi.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat mengenai pentingnya peran energi dalam mendukung kemajuan generasi muda di Flores.
Menurut Eko, pasokan listrik yang andal dapat menunjang kegiatan belajar, pengembangan kreativitas, inovasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
“Semangat Sumpah Pemuda melandasi komitmen kami untuk terus menghadirkan listrik tanpa kedip bagi masyarakat. Listrik yang andal adalah fondasi utama bagi generasi muda di Flores untuk belajar, berinovasi, dan menggerakkan perekonomian daerah. Kami mengapresiasi kerja keras tim UPT Kupang dan ULTG Flores Bagian Barat yang bekerja disiplin sesuai SOP di lapangan demi menjaga keandalan sistem kelistrikan NTT,” tegas Eko.
Pesan tersebut menempatkan keandalan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia. Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan digital, akses terhadap energi listrik menjadi salah satu unsur pendukung kegiatan belajar dan produktivitas generasi muda.
Bagi wilayah Flores, penguatan infrastruktur kelistrikan juga relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Infrastruktur yang terpelihara dengan baik membantu mendukung aktivitas ekonomi, memperluas kesempatan berusaha, serta menunjang pelayanan publik.
Namun, manfaat tersebut perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan berkelanjutan, pengawasan aset, penerapan standar keselamatan, dan penanganan potensi gangguan secara terukur.
Tuntasnya pemeliharaan GI Borong pada 13–16 Oktober 2026 menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kesiapan infrastruktur transmisi di Nusa Tenggara Timur.
Pemeriksaan peralatan utama, pemeliharaan transformator dan sistem incoming, pemasangan pengaman anti-sarang burung, serta penerapan prosedur K3 memperlihatkan sejumlah langkah preventif yang dilakukan untuk mendukung operasional gardu induk.
Lebih dari pekerjaan teknis, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa pelayanan kelistrikan membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Keandalan listrik tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang beroperasi, tetapi juga oleh kesiapan personel dalam merawat aset dan mengantisipasi potensi gangguan.
Melalui pemeliharaan yang terencana dan budaya keselamatan kerja, PLN menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Flores dan mendukung pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Di momentum Hari Sumpah Pemuda, upaya tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk menghadirkan energi yang mendukung pendidikan, kreativitas, produktivitas, dan masa depan generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










