“Makanya saya selalu mengingatkan agar selalu jaga komunikasi dalam perkawinan. Harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan perkawinan dan sekali lagi, Tuhan harus dijadikan sandaran utama dalam urusan perkawinan. Dengan demikian perkawinan akan lancar dan nyaman,” tuturnya.
Di hadapan orang tua yang hadir, Romo Yonas mengingatkan agar turut bertanggung jawab dalam urusan perkawinan.
“Orang tua harus mampu menjaga dan bertanggung jawab untuk urusan perkawinan anak, sesuai porsi dan tugasnya,” tandasnya.
Materi-materi yang diberikan pada Kursus Persiapan Perkawinan di Paroki Wekmidar antara lain Perkawinan Menurut Pandangan Negara, Perkawinan Menurut Pandangan Gereja Katolik, Moral Perkawinan Katolik, Relasi dan Dialog Suami Istri, Ekonomi Rumah Tangga, Keluarga dan Pendidikan Anak dan Adat Perkawinan Wesei – Wehali, Keluarga Berencana, Kesehatan Dan Gizi Keluarga, Kitab Suci, Doa dan Ekaristi.
Acara penutupan KPP dihadiri orang tua dan diakhiri dengan pembagian Sertifikat Kursus Perkawinan kepada 12 pasangan nikah. (Tim)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










