Selanjutnya, Menko Pratikno bersama Pj. Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, meninjau Posko Pengungsi Lewolaga. Di lokasi tersebut, rombongan melakukan dialog dengan masyarakat dan menyerahkan bantuan secara simbolis, antara lain paket sembako, bantuan dari BPBM untuk sekolah terdampak erupsi, peralatan dapur umum, uang tunai sebesar 10 juta rupiah, serta bantuan dana untuk pendidikan dalam situasi darurat.
Kunjungan kerja ini dilanjutkan dengan peninjauan kawasan huntara di Desa Konga dan kawasan potensial huntap di Wukoh Lewoloroh, Desa Boru. Setelah peninjauan, Menko Pratikno mengungkapkan, “Kami berharap kawasan huntara dapat selesai dalam waktu dua bulan, sementara pembangunan huntap harus dipersiapkan dengan matang karena ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga kehidupan sosial yang berkelanjutan.”
Menko PMK menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memastikan relokasi masyarakat dari enam desa terdampak bencana dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. “Kami memastikan relokasi ini tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga mendekatkan masyarakat pada lahan pertanian mereka agar kualitas hidup mereka semakin meningkat,” tutup Menko PMK.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen penuh dalam membantu masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk bangkit dan memulai kehidupan baru yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










